Connect with us

Dunia

Kasus Korupsi Najib Razak Jadi Duri di Pemerintahan Malaysia Bahkan Asean

Published

on

mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. (harnas.co)

Geosiar.com, Kuala Lumpur – Dugaan korupsi yang dilakukan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dinilai perlu diusut tuntas, karena kasus tersebut dapat menjadi duri dalam daging bagi politik pemerintahan Malaysia bahkan untuk ASEAN.

Hal itu diungkapkan oleh Adriana Elizabeth, peneliti senior LIPI dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (12/5/2018).

“Memproses Najib kalau ini tidak dilakukan ini akan jadi duri bagi politik Malaysia dan tentu juga enggak baik buat ASEAN,” kata Adriana.

menurut Adriana, mengenai dugaan rencana “pelarian” Najib ke Indonesia, bisa jadi pilihan hanya lantaran jarak Malaysia dengan Indonesia yang cenderung dekat. Meski begitu, Indonesia sendiri juga punya komitmen yang serius dalam memberantas korupsi.

Namun belakangan diketahui bahwa Najib Razak batal bertolak ke Jakarta yang seharusnya mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.

Seperti diberitakan dari berbagai media massa, Najib diduga menerima miliaran Ringgit dalam simpanan di rekening pribadinya yang berasal dari dana negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) berdasarkan hasil investigasi internasional.

Enam tahun beroperasi, 1MDB juga dilaporkan memiliki utang hingga 42 miliar Ringgit atau setara Rp149 triliun yang memperjelas gambaran buruk pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Di samping itu, dia diduga juga ada kaitannya penjualan kontrovesial 37 persen saham di Eagle High Plantations ke Felda seharga US$505,4 juta pada tahun lalu. (yl)