Connect with us

Kesehatan

Minum Minyak Kayu Putih untuk Obat, Apakah Aman?

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kesehatan – Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal tanaman kayu putih, di mana ekstrak daunnya bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak kayu putih yang berkhasiat untuk obat masuk angin, keseleo hingga gigitan serangga.

Daun kayu putih mengandung minyak atsiri terdiri dari sineol 50-65 persen, alfa-terpineol, alfa-pineria, carvacrol, valeraldehida, benzaldehida, limoncna, dan melaleucin. Sedangkan buahnya mengandung tanin.

Kulit pohon tanaman ini mengandung lignin dan melaleucin. Melaleucin berkhasiat sebagai analgesik, diaforetik, desinfektan, ekspektoran, dan antispasmodic. Hampir semua bagian dari tanaman kayu putih mulai dari kulit batang, daun, ranting dan buah kayu putih dapat dimanfaatkan sebagai obat.

Tapi, ada orang yang sengaja meminum minyak kayu putih ini layaknya minum jamu karena yakin bisa memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Apakah anggapan ini benar adanya?

Menurut dr. Christopher Andrian, M.Gizi, Sp.GK, minyak kayu putih memang dapat membantu meredakan beberapa gangguan kesehatan ringan, tapi jika untuk diminum belum ada penelitian yang membuktikan manfaatnya.

“Jika ada nyeri-nyeri kecil pada tubuh, bisa digosokkan tapi bukan diminum. Kalau diminum justru dikhawatirkan bisa menimbulkan iritasi (di saluran cerna) karena minyak kayu putih juga mengandung zat racun,” kata dr. Christopher di acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Jumat, (11/5/2018).

Pada dasarnya, untuk memperoleh manfaat optimal dari minyak kayu putih, pengaplikasiannya harus dioleskan ke permukaan kulit, bukan diminum.

“Minyak kayu putih menyebabkan efek relaksasi karena aromanya. Misalnya pada sakit kepala atau leher kaku, nyeri itu bisa diatasi dengan digosokkan minyak kayu putih, tapi bukan diminum,” katanya.

Sejumlah kalangan masyarakat Indonesia juga menggunakan minyak kayu putih untuk mengobati luka. Dr. Christopher menegaskan, hal ini justru berpotensi menimbulkan infeksi.

“Ini justru bisa menyebabkan infeksi dan iritasi pada luka yang terbuka, hati-hati,” jelasnya. (yl)