Connect with us

Daerah

Sisa 800 Ekor, Orangutan Tapanuli Terancam Punah

Published

on

Spesies baru Orangutan Pongo Tapanuliensis. (wikipedia)

Geosiar.com, Tapanuli – Para peneliti was-was bahwa Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), spesies yang baru ditemukan tahun lalu dan salah satu yang paling langka di dunia, akan segera punah.

Diperkirakan kurang dari 800 spesies jumlah Orangutan yang ditemukan di Pulau Sumatera, Indonesia, dan tersebar di area seluas sepersepuluhnya wilayah Sydney, Australia itu.

Hal ini yang menjadikan Orangutan Tapanuli yang paling langka dari tujuh spesies Kera Besar. Sekarang tim peneliti telah menerbitkan artikel di Jurnal Current Biology tentang tantangan yang dihadapi oleh Orangutan Tapanuli.

Kenyataannya itu tidak terlihat bagus karena mereka harus menghadapi “pertempuran” agar bisa bertahan hidup.

“Saya tidak berpikir saya pernah melihat sesuatu yang dramatis ini selama 40 tahun penelitian,” kata Profesor William Laurance dari James Cook University, Australia, seperti dikutip iflscience, Selasa, (8/5/2018).

Dia menilai,ancaman terbesar kehidupan Orangutan Tapanuli adalah proyek pembangunan bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air yang akan dibangun oleh Sinohydro, perusahaan hidroelektrik asal China, yang direncanakan selesai tahun 2022.

Proyek bernama Batang Toru senilai US$1,6 juta (Rp22 miliar) ini akan membanjiri beberapa bagian habitat kera dan merusak sisanya dengan jalan dan jaringan listrik baru.

Oleh sebab itu, Laurence bersama peneliti lainnya berpendapat Proyek Batang Toru “harus dibatalkan.”

“Seandainya proyek berjalan sesuai rencana maka akan membanjiri jantung habitat kera dan merambah sisanya dengan banyak jalan baru dan pembenahan saluran listrik,” katanya. (yl)