Connect with us

Sastra

Ketika Hujan Berhenti

Published

on

Ilustrasi (youtobe.com)

Ketika Hujan Berhenti
By: QKHS

Dia menendang-nendang dua selimut yang melapisinya sepanjang malam. Melirik perlahan ke arah jam dinding di atas jendela kayu yang masih tertutup.

Dia bangkit sambil mengusap-usap matanya untuk memastikan jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Dengan semangat dia keluar kamar dan ribut menuruni tangga.

Tantenya yang sedang memasak bubur kacang hijau menoleh, “Indra udah bangun?” tanyanya heran. “Coba dari kemaren-kemaren kamu bangun sepagi ini.” Dia mendekati meja makan dan duduk di salah satu kursinya.

“Mungkin kamu dah bisa berjalan-jalan keliling desa ini sebelum kamu balik ke Medan nanti. Sebelum kamu pulang kesana biar ada cerita dan pengalaman baru yang kau dapatkan disini, kata tantenya “sambil mereka mencicipi bubur kacang hijau yang ada diatas meja.

Selang beberapa waktu Indra langsung bergerak untuk keluar dari rumah tantenya ingin menikmati hembusan angin pagi dan indahnya panorama di tempat itu.

Mungkin, Indra benar-benar merasakan keindahan alam yang membuat dia tak ingin berpaling dari tempat tersebut.

Tidak hanya pemandangannya, tetapi masakan yang dihidangkan tantenya setiap hari yang dia nikmati sangat berbeda dengan rasakan yang dinikmatinya di Medan.

Dia ingin suatu saatnya dia tinggal di desa itu bersama dengan wanita yang dicintainya kelak. Dan mereka memiliki keluarga yang rukun nantinya di desa kecil yang memiliki panorama indah itu.
Tiba-tiba saat dia melangkahkan kaki

Dia melihat sebuah rumah biru muda yang terpisah 3-4 rumah dari tempat dia berdiri. Seorang gadis keluar dari pintu rumah itu. Indra tersenyum dan memperlambat langkahnya.

Gadis berbaju merah muda dengan rok putih itu berjalan menuju pagar kayunya dengan anggun. Rambut pendek kritingnya terkibas memperlihatkan cerah wajahnya.

Indra bahkan menghentikan langkahnya untuk melihat lebih detail gerak-gerik gadis itu. Rasa menyesal yang dalam mulai muncul karena dia belum mandi sejak kemarin.

Dia hanya bisa sedikit merapikan rambutnya kemudian meneruskan langkah tidak jauh di belakang gadis itu.

Indra mengangguk sambil tersenyum ke setiap orang yang dia lihat, karena gadis itu juga melakukannya.

Saat gadis itu berhenti dan hampir menoleh, Indra spontan mencabuti rumput-rumput liar di depan rumah seseorang-entah-siapa. Saat gadis itu berhenti lagi, Indra bersyukur ada kucing yang lewat di sampingnya dan segera mengelus-elus kucing itu.

Padahal gadis itu berhenti hanya untuk memandangi kebun anggrek ungu di halaman rumah seseorang.

Saat gadis itu belok ke kanan atau ke kiri, Indra akan segera mempercepat langkah untuk mendekati perempuan tadi, Indra menghampirinya dan ingin memulai percakapan dengan seorang gadis tadi,

Sedang apa disini??? Sahut Indra untuk menghampiri gadis anggun tadi. Sang gadis memberikan senyuman terindah kepada lelaki yang menyapa nya tadi.
Sang gadis menyahut kembali, emang kenapa kalau saya berdiri disini????

Saya lagi ingin memandang indahnya bunga angrek yang tertanam di dekat pagar itu,,, kalau boleh saya Tanya juga “ Kamu lagi ngapain disini”???

Dia pun tersipu malu melihat senyuman sang gadis yang berparas cantik yang berada didepan pandangan matanya, tak ingin berpaling dari pandangnya.

Pandangan mata yang sayu dan tatapan mata yang membuatnya seolah-olah berada di dalam bayang-bayang keindahan angkasa biru yang membawa dia dalam keindahan hujan yang selalu membasahi tubuhnya dan membuat Indra terbayang-bayang dengan indahnya senyuman wajahnya yang selalu ada dalam bagian percintaan setiap orang.

Mungkin ini lah saatnya Indra merasakan cinta yang sesungguhnya dalam kehidupannya. Tak ingin kembali lagi ke kota Medan hanya melihat cantik parasanya sang gadis ini.

Tiba-tiba sang gadis mengejutkan Indra kembali “ Kenapa kamu melamun??? wooooi…Tiba-tiba dia mengejutkan Indra. Indra tersadar bahwa dia sudah terlalu lama menatap sang gadis tersebut.

Indra ingin mengobrol banyak dengan sang gadis tadi. Indra pun mengajak Sang Gadis tadi untuk berkunjung ke rumah Tantenya yang tak jauh dari tempat saat mereka berdua duduk menatapi indahnya bunga angrek yang membuat Indra jatuh hati kepada sang gadis. Dia mengajak sang gadis itu untuk bertemu ramah dengan tantenya.

“Hey… mau ngak sekarang main-main ke rumah tanteku, rumahnya tak jauh dari sini ????”

Indra hendak mengajak sang gadis tadi untuk menjamu makannya tantenya yang sudah dimasak. Indra ingin mengenal sang gadis tersebut lebih dalam lagi, dan lebih banyak mengetahui tentang dia, mungkin ada saatnya dia akan mengungkapkan persaannya kepada sang gadis yang berparas cantik tadi.

“Ia Sudah,, aku mau “. Karena aku pun disini hanya mau berlibur sebelum aku balik ke Jakarta nanti. Mungkin kita tidak akan berjumpa lagi nanti, dan aku juga beruntung bisa bertemu dengan kamu”

“Kamu orang yang berbeda sekali dengan yang pernah kujumpai dalam hidupku ini”.

“Apakah aku terlihat aneh ea???? Jawab Indra dengan lembut menyambung pertanyaan sang gadis itu, aku mungkin terlihat aneh bagimu tetapi bagiku itu hal biasa ku lakukan kepada gadis yang pada saat pandangan pertama, sudah langsung sukanya padanya.

Seiring berjalannya waktu, sang gadis ikut ke rumah tantenya Indra yang tak jauh dirumahnya, di rumah tersebut dia ingin memperkenalkanya kepada Tantenya, tempatnya berlibur.

Sesampainya di rumah tantenya, mereka disambut hangat oleh tantenya.
“Indra siapa itu???” Gadis yang kau bawa kesini???

Aku tersipu malu untuk menjawab pertanyaan tante ku tadi, “Tan,, itu kawan baru ku”. Ohw!!! Bagus lah, nanti kau pulang ke Medan ada yang kau ceritakan sama teman-temanmu yang lain, bahwa disini kau pernah mendapatkan kawan baru. Ia sudah.,,,,,

Tante pergi dulu ea,, nanti kalau mau minum ambil saja di dapur jangan sengan-sengan ea nak ku..( sambil menatap manis wajah sang gadis, seakan penuh cerita yang baru. Mungkin Indra sudah benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama dan dengan kekuatan hatinya dia langsung mengungkapkan isi hatinya, bahwa dia sebenarnya sudah lama memendam rasa suka terhadap perempuan itu.

Akhirnya Indra mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya kepada si gadis tadi di rumah Tantenya.

Setelah selang beberapa waktu, Indra hendak mengantar pulang sang gadis saat itu juga derai hujan pun reda karena saat ingin mengantar Sang gadis di tengah perjalan hujan deras datang mengguyur tubuh mereka berdua, mereka mengiringi langkah pulang bersama di tengah redanya hujan dan pada saat redanya hujan itu sang gadis menerima permintaan Indra, untuk menjadikannya sebagai pacar pertamanya.
Ending….