Connect with us

Sumut

Kapolda Sumut: Kompol Fahrizal Tembak Adik Iparnya karena Stres

Published

on

Polisi yang tembak mati adik ipar ditahan. (kumparan)

Geosiar.com, Medan – Pelaku penembakan Mantan Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal, dikabarkan mengalami gangguan jiwa. Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw menyebut Fahrizal sempat membuka baju saat diperiksa polwan.

“Saat itu diperiksa polwan malah telanjang,” ujar Paulus di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018).

Paulus juga mengatakan, saat diperiksa, Fahrizal sama sekali tak menunjukkan rasa penyesalannya usai membunuh adik iparnya, Jumingan (32) hingga tewas. Selama diperiksa, Fahrizal juga beberapa menunjukkan tingkah laku yang berubah-ubah.

“Dia memang terlihat seperti tidak ada penyesalan dan kemudian membenarkan perbuatannya itu. Terus beberapa kali perubahan tingkah laku,” kata dia.

Meskipun terindikasi kejiwaannya terganggu, Paulus menyebut hasil tes psikologis Fahrizal memiliki nilai yang tinggi. Hal itu yang saat ini masih diselidiki oleh polisi.

“Yang jadi masalah gini, dia itu dalam sisi tes psikologi tinggi nilainya itu hebatnya. Makanya kita lagi buktikan ya,” ungkap Paulus.

Fahrizal saat ini masih menjalani perawatan di RSJ Medan untuk diobservasi kejiwaannya. Tidak hanya itu, jika ada kemungkinan unsur pidana dalam kasus ini, maka akan dihentikan mengingat ada surat rekomendasi dokter yang menyebut Fahrizal sedikit mengalami gangguan jiwa.

Penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, dalam penyidikannya, menemukan informasi bahwa Fahrizal menembak mati Jumingan, setelah ada bisikan gaib ke telinga sebelah kanannya.

“Bisikan tersebut berdasarkan keterangan tersangka, ini jahat tembak saja,” ucap Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Rina Sari Ginting, Minggu (8/4/2018).

Rina mengatakan, untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka, polisi telah memeriksa kondisi kejiwaan Fahrizal, melalui tes kejiwaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). (yl)