Connect with us

Sumut

Hinca Pandjaitan di Binjai : Pemerintah Harus Fokus Berantas Narkoba

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS saat melakukan kunjungan perseorangan ke Polres Binjai didampingi Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Drs Herri Zulkarnaen Hutajulu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Binjai HM Sazali. Mereka diterima Wakapolres Binjai Kompol Amir Muslim dan jajaran lainnya ketika meninjau kantor Polsek Binjai Barat, Jumat (4/5/2018). (Foto: lambok manurung)

Binjai, Geosiar.com – Anggota Komisi III DPR RI DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS mendorong pemerintah supaya konsen dan fokus terhadap pemberantasan Narkoba. Keseriusan itu harus dibuktikan menambah anggaran untuk menunjang tugas tugas Polri khususnya memerangi peredaran narkoba.

“Kita semua harus peduli dengan masa depan anak bangsa. Kita tidak mau anak bangsa ini menjadi korban berjatuhan karena narkoba. Bisa saja yang korban saat ini anak mereka, besok mungkin anak kita dan anak siapa saja. Maka harus diperangi dengan serius dan tegas,” ujar Hinca Pandjaitan saat melakukan reses perseorangan di kantor Polres Kota Binjai, Prop Sumatera Utara (Sumut), Jumat (4/5/2018).

Hinca Pandjaitan menilai, pemerintah belum berpihak soal pemberantasan narkoba. Untuk itu, Hinca menekan pemerintah agar menambah anggaran biaya operasional di institusi Polri. “Masalah narkoba dulu yang prioritas daripada infrastruktur. Mau jadi apa bangsa ini kendati infrastruktur bagus tapi generasi muda hancur gila narkoba,” terang Hinca.

Sebelumnya, Wakapolres Binjai Kompol Amir Muslim melalui Kasat Narkoba memaparkan terkait kasus narkoba, Polres Binjai menangani 252 kasus di tahun 2017. Sedangkan untuk tahun 2018 terhitung hingga bulan April sebanyak 83 kasus dengan barang bukti sabu dan ekstasi.

Parahnya, kata Muslim, saat ini Polisi memiliki keterbatasan anggaran untuk menangani suatu kasus. Untuk kasus narkoba saja hanya disiapkan anggaran keperluan 24 kasus per tahun. Sehingga, upaya polisi menangani kasus narkoba sedikit terkendala.

Kendala akibat minimnya anggaran operasional bukan disitu saja, tapi juga terkait minimnya kendaraan operasional saat bertugas. Dimana saat ini, kendaraan yang digunakan sangat terbatas dan masih produk tahun 1982. Minimnya sarana dan prasarana juga alat elektronik.

Minimnya sarana dan prasarana di Polres Binjai juga diutarakan para Kapolsek jajaran Polres Binjai. Seperti, dari 5 kantor Polsek di Polres Binjai, terdapat 2 kantor Polsek yang kondisinya memprihatinkan.

Pada saat itu juga, Hinca Panjaitan bersama Wakapolres Binjai Amir Muslim meninjau kantor Polsek Binjai Timur dan Polsek Binjai Barat. Terungkap, dua kantor Polsek tersebut masih numpang di asset milik Pemko Binjai. Dua kantor Polsek tersebut tampak sederhana. Bahkan, ruangan juper dan tahanan sangat sempit.

Usai melakukan peninjauan, Hinca Pandjaitan mengemukakan, hasil kunjungan dengan menyerap aspirasi dari pihak Polisi akan disampaikan ke Kapolri. Sehingga tugas tugas Polisi ke depan dapat maksimal menciptakan suasana aman dan nyaman ditengah masyarakat.
“Semua aspirasi Polisi sudah saya rekam. Nantinya aspirasi ini akan saya sampaikan ke Kapolri untuk dapat dibenahi secepatnya. Saya pun sangat berharap pemerintah dan instansi lain dapat mendukngnya,” tambah Hinca. (lamru)