Connect with us

Nasional

Polisi Akan Periksa Sandiaga Terkait Dua Bocah Tewas di Monas

Published

on

Sandiaga Uno

Geosiar.com, Jakarta – Terkait kematian dua bocah yang diduga meregang nyawa akibat kericuhan dalam pembagian sembako di area Monumen Nasional, kepolisian Daerah Metro Jaya masih melakukan penyelidikan.

Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya mengatakan penyidik akan memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi. Mulai dari penyelenggara bagi-bagi sembako, keluarga korban hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

“Tidak menutup kemungkinan, Wakil Gubernur pun akan kita undang,” ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (3/5/2018).

Argo mengatakan, penyelidikan kematian dua bocah itu dilakukan dengan membentuk tim khusus, gabungan dari penyidik Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Gambir.

Bukan hanya pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, semua pihak akan dipanggil termasuk panitia penyelenggara acara maupun rumah sakit yang sempat merawat korban. Namun, ia belum merinci soal kapan panggilan kepada Sandi dan pihak lain dilakukan.

“Akan kita panggil semuanya akan kita mintai klarifikasi. Nanti, kita agendakan dulu. Supaya jelas,” kata Argo.

Pesta rakyat dan bagi-bagi sembako di Monas Jakarta Pusat digelar Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu 28 April 2018.

Dua bocah bernama Mahesha Junaedi dan Rizki menghembuskan napas terakhirnya, usai mengantre sembako di ikon kota Jakarta tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu, selaku pemegang kekuasaan di wilayah ring satu ini. Dia memastikan, jika tidak ada korban yang meninggal akibat antre sembako.

“Saya nyatakan bukan ya, karena kalau bagi sembako di dalam Monas aman kondusif dan saya pantau langsung. Kalau yang bersangkutan TKP (Tempat Kejadian Perkara) pingsan di luar Monas. TKP di Jalan Medan Merdeka, ditemukan petugas Satpol PP, silakan konfirmasi ke Satpol PP yang temukan, terus dilarikan ke RS. Ditemukan jam 2 siang, meninggal dunia di RS Tarakan jam delapan malam,” kata Roma.

Di samping itu, pihak keluarga korban melalui sang ibu korban, Komariah (49) menyebut anaknya tewas akibat berdesakan dan terinjak saat mengikuti acara pembagian sembako tersebut.

Kuasa hukum Komariah, Muhammad Fayyadh mengatakan, pihaknya belum mengambil langkah apakah akan memperkarakan ucapan dua perwira polisi menengah ini.

Pengakuannya, dia harus terlebih dahulu mendengarkan penjelasan keduanya atas pernyataan di media massa.

“Masalah tersebut nanti kita bicarakan, setelah saya bertemu dengan Kapolres dan Kabid Humas untuk menanyakan pernyataan beliau,” ujar Fayyadh di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018). (yl)