Connect with us

Nasional

Orangtua Gadis Cilik Tewas Dalam Karung Datangi KPAI

Published

on

Jemy Anansias (33), menunjukkan foto putrinya, Grace Gabriela (5), didampingi kuasa hukum Tobby Ndiwa mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia di Jalan Tengku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). (tribunnews.com)

Geosiar.com, Jakarta – Jemmu Ananias Bimusu, ayah bocah 5 tahun yang ditemukan tewas dalam karung di Bogor mendatangi kantor Komisi Perlindingan Anak Indonesia (KPAI). Mereka meminta KPAI membantu mendesak polisi agar segera menangkap pelaku pembunuhan.

Jemmi didampingi Komunitas Masyarakat Timur (Komit) yang juga merupakan Tim Advokasi dalam kasus ini.

“KPAI sebagai lembaga independen yang konsen terhadap anak, artinya mereka juga kita harap ikut mendesak pihak kepolisian sehingga kita cepat tahu siapa pelakunya dan proses ya seperti apa ke depan terhadap pelaku kalau sudah ditangkap,” kata Salah satu tim advokasi, Tobby Ndiwa, di kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Tobby mengatakan, polisi dinilai lambat dalam menangani kasus ini. Padahal lokasi kejadian sudah jelas dan ada satu rumah yang diberi garis polisi.

“Kami dari Komit sangat menyesalkan terhadap kinerja kepolisian RI, khususnya daerah kepolisian Bogor, yang sampai saat ini belum bisa mengungkapkan siapa pelakunya. Padahal di sana TKP-nya sudah jelas,” jelas Tobby.

“Kedua ada salah satu rumah yang sudah dipolice line, pertanyaan kita sampai kapan mengungkap kasus ini. Jadi jujur saja kita sangat kecewa, jadi mau sampai kapan,” imbuh dia.

Di samping itu, Jemmi, berharap KPAI bisa membantu mendorong kepolisian untuk lebih cepat mengungkap kasus ini. Dengan begitu, dia sebagai orang tua bisa tenang.

“Tujuan kami ke sini untuk meminta KPAI terus memantau kasus ini. Jadi harapan kami dari pihak Polri segera menangkap dan mengungkap siapa pelaku di balik ini agar kami pihak keluarga merasa puas dan tenang,” imbuh dia.

Tapi, upaya Jemmi untuk mengadu ke KPAI harus tertunda. Kantor KPAI tidak beroperasi selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat karena ada peningkatan kapasitas SDM di Bogor, Jawa Barat. Kantor baru buka kembali pada Senin (7/5/2018). (yl)