Connect with us

Daerah

105 WN China di Bali Ditangkap Terkait Kejahatan Siber

Published

on

105 WN China pelaku penipuan diamankan Polda Bali. (kumparan.com)

Geosiar.com, Bali – Polisi terus menelusuri kasus cyber crime (kejahatan siber) berupa penipuan yang dilakukan Warga Negara (WN) China terhadap WN China di Bali yang berpura-pura menjadi penegak hukum. Polisi berhasil membekuk 2 tersangka lagi sehingga total tersangka penipuan bertambah menjadi 105 orang.

“Jadi terkait perkembangan kasus kemarin, ada penambahan pelaku dua orang. Keduanya laki-laki WN China kami amankan di TKP di Denpasar,” kata Dirreskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Anom Wibowo di Mapolda Bali, Rabu (2/5/2018).

Anom terus berkerja sama dengan Kepolisian China di Beijing terkait penyidikan kasus ini. Mengingat korbanya juga merupakan WN Asing asal China dan Taiwan yang tengah berlibur di Bali.

“Dari pemerintah China nanti akan mengutus Kepolisian China dari Beijing ke sini untuk cross check dan investigasi karena korbannya berasal dari China maupun Taiwan. Untuk Imigrasi juga telah kami libatkan untuk pendataan, dan ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan terkait dokumentasi keimigrasian,” kata Anom.

Kerja sama dengan Kepolisian di China perlu dilakukan. Mengingat, saat ini, Anom terkendala bahasa. Para tersangka rupanya tidak bisa berbahasa Inggris.

“Sudah kami buatkan laporan polisi, kami tahan. Sambil menunggu join investigasi dengan Kepolisian China. Sudah ada pemeriksaan tadi malam. Kami belum bisa lebih dalam, terkendala bahasa. Kami membutuhkan tenaga Interpreter penerjemah,” tutur dia.

Di samping itu, Wakapolda Bali Brigjen Pol Wayan Sunartha menyampaikan bahwa selain dengan kepolisian China, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan pihak imigrasi untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan para tersangka.

“Jika memang yang bersangkutan melakukan pelanggaran terkait keimigrasian maka akan dilimpahkan imigrasi,” ujar Wayan Sunartha.

Bali merupakan kawasan pariwisata yang cukup banyak mendapatkan kunjungan dari para WNA. Tinggal berupaya untuk meningkatkan pengawasan agar tindakan kriminal yang dilakukan oleh WNA di Bali.

“Bali ini memang banyak dikunjungi, terutama China paling banyak datang ke Bali. Tinggal banyak yang masuk, bagaimana kewajiban kita melakukan pengawasan yang baik agar masalah seperti ini bisa diatasi,” tuturnya.

Dikabarkan sebelumnya, 103 WN China ditangkap karena melakukan penipuan. Mereka berpura-pura sebagai penegak hukum dan menyatakan tengah menangani kasus yang melibatkan salah satu anggota keluarga korban, dengan cara meminta uang yang jumlahnya tidak seikit, bahkan mencapai Rp 8 miliar.(yl)