Connect with us

Nasional

Cegah Radikalisme, Puan Maharani Tekankan Kurikulum Islam Moderat di Indonesia

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (tribunnews.com)

Geosiar.com, Jakarta – Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mendorong lembaga-lembaga pendidikan Islam agar terus menyebarkan pemikiran yang rahmatan lil alamin, santun, moderat, dan toleran. Cara itu merupakan salah satu upaya untuk mencegah radikalisme.

“Kita perlu mengembangkan kurikulum Islam yang moderat di Indonesia, dimulai sejak SD hingga Perguruan Tinggi,” kata Puan dalam keterangan resminya, Senin (30/4/2018).

Puan mengatakan hal itu saat bersilaturahmi dengan Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia dan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, di Perguruan Mathla’ul Anwar, Menes, Pandeglang, Banten, Minggu, kemarin. Dia pun mengapresiasi kiprah lembaga yang didirikan pada 1916 tersebut.

“Atas nama pemerintahan Presiden Joko Widodo, saya mengucapkan terima kasih karena peran Mathla’ul Anwar dalam mendidik calon pemimpin bangsa,” ungkapnya.

Di samping itu, Puan menceritakan juga pengalamannya menemui syeikh besar Al Azhar Ahmad Mohammad Tayeb di Mesir.

Dia di sana membahas potensi kerja sama riil untuk membangun Islam moderat dan meminimalisasi Islam radikal melalui pengembangan kurikulum di Al Azhar serta pendidikan bagi calon dai.

Selain itu, dia juga menyampaikan telah mengecek persiapan ibadah haji 2018 guna memastikan pelayanan dan fasilitasnya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sebelumnya juga dikabarkan Puan sempat membagikan sejumlah bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat Pandeglang, di antaranya, KIP ATM kepada 250 anak dan KIP kepada 50 anak, 95 paket tas sekolah dengan perlengkapannya, PKH kepada 100 orang, 60 kitab suci Alquran sebanyak 10 kitab suci Al Quran braille, serta 100 paket peralatan ibadah untuk anak-anak.(yl)