Connect with us

Politik

Daniel Pinem Ajak Masyarakat Sukseskan Kota Medan Bebas Sampah

Published

on

Anggota DPRD Medan, Drs Daniel Pinem saat menggelara sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015 tentang persampahan di Jalan Flamboyan Simpang Melati Medan, Jumat (27/4/ 2018).

Medan, Geosiar.com – Pemerintah Kota (Pemko) menargetkan tahun 2020 Kota Medan bebas dari sampah atau Zero Waste City. Untuk mencapai target itu, Pemko Medan telah mengalokasikan dana Rp.233 miliar dan merekrut 1200 tenaga harian lepas.

“Untuk mencapai itu, bukan hanya tugas pemerintah saja mensukseskannya, termasuk masyarakat harus juga ambil bagian dalam memerangi sampah, “ujar Anggota DPRD Medan, Drs Daniel Pinem dalam sosialisasi Perda No 6 Tahun 2015 tentang persampahan di Jalan Flamboyan Simpang Melati Medan, Jumat (27/4/ 2018).

Disebutkannya, di tahun 2018 saja Pemko Medan sudah menyediakan becak pengangkut sampah sebanyak 500 unit yang akan dibagikan ke 21 kecamatan di kota ini. Saat ini truk pengangkut sampah yang sudah ditempatkan di kecamatan-kecamatan sebanyak 192 unit, itupun cuma 60 persen yang bisa layak pakai.

“Setidaknya, truk pengangkut sampah di Kota Medan harus mencapai 350 unit, “ujar Anggota Komisi D DPRD Medan ini. Menurut data yang ada, dari 2,5 juta penduduk sampah yang dihasilkan mencapai 2.500 ton perhari.

“Persoalan sampah ini rumit dan perlu menjadi perhatian bersama. Sampah juga merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini.

Namun jangan lupa, kalau dikelola dengan baik sampah bisa menghasilkan bagi masyarakat dan bisa meningkatkan pendapatan perkapita. Pemko Medan sudah melakukan MoU dengan PT Agro untuk menangani sampah. Sampah rumah tangga harus dipilah yang bisa didaur ulang. Kalau sampah tidak dikelola baik, beberapa tahun ke depan, Medan akan menjadi kota sampah yang jorok.

“Di dalam Perda Kota Medan No. 6 tentang pengelolahan persampahan ada dibuat sanksi pidananya. Makanya, mari kita jadikan masalah kebersihan menjadi budaya bagi kita,” ajaknya seraya menyebutkan Perda ini efektif bila warga kerjasama dengan pemerintah dan semua stakeholder.

Masalah sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat. Pembangunan di Kota Medan harus dimulai dari yang kecil, yaitu lingkungan masyarakat sendiri, ujarnya mengakhiri.

Sementara itu Camat Medan Tuntungan Gelora Ginting dalam kesempatan itu menyampaikan persoalan sampah bukan hal baru bagi masyarakat. Padahal sampah juga bisa menjadi pemasukan bagi masyarakat. 

Di Medan, personil yang mengelola sampah mencapai 3000 orang. Khusus di Kecamatan Medan Tuntungan sudah ditempatkan 84 orang, begitu juga dengan kendaraan yang mengangkut sampah. Di kecamatan ini, sudah ada yang mengurusi drainase dan jumlahnya sekarang 45 orang, disebar ke kelurahan-kelurahan.

Di dalam Perda ini juga disampaikan kalau ada warga atau lembaga yang memiliki inovasi tentang persampahan akan diberi insentif berupa royalti atau bantuan peralatan bagi yang mengelola sampah, sebutnya. (lamru)