Connect with us

Daerah

Sebelum Gantung Diri, Istri Tulis Pesan di Buku Diary

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Pekanbaru – Ibu rumah tangga muda bernama Besrikawati Simbolon (25) nekat gantung diri saat suaminya sedang bekerja mencari pakan babi. Diduga dia melakukan hal nekat itu karena cemburu. Korban bunuh diri pada Sabtu (28/4/2018) di rumahnya Jalan Usaha Ujung, Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayaran Raya, Pekanbaru.

“Korban diketahui bunuh diri saat suaminya baru pulang ke rumah tadi pagi,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto melalui Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Rahmadani kepada wartawan.

Pada Sabtu (28/4) pukul 04.00 WIB, suami Besrikawati, Mimbar Pasaribu (24) sudah meninggalkan rumah. Dia diketahui bekerja mencari pakan ternak babi. Saat pulang ke rumah pada pukul 06.30 WIB, kondisi pintu rumah terkunci. Mimbar memanggil-manggil sang istri namun tidak ada jawaban.

“Suami korban mengintip kamar melalui jendela dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali di depan jendela,” kata Rahmadani.

Melihat kondisi tersebut, kata Rahmadani, Mimbar terkejut. Dia memanjat lewat bagian belakang untuk masuk ke dalam kamar karena pintu terkunci dari dalam.

“Diketahui tali untuk gantung diri disangkutkan di kuda-kuda rumah. Suaminya pun memberitahukan tetangga dan keluarga. Dari informasi ini tim kita menuju TKP,” tutur Rahmadani.

Di lokasi kejadian, pihak kepolisian mengamankan barang bukti buku diary dan tali. Dan di dalam diary itu tertulis pesan terakhir untuk suaminya. Korban mencurahkan isi hatinya yang selama ini cemburu kepada perempuan lain.

Berikut tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Batak yang ditulisnya.

“Ingat semua akan berubah, mate nama au (matilah aku-red), asa sonang ho tu pariban mi (supaya senang dirimu bersama paribanmu), untuk apa kalau hanya punya keluarga kalau masih di ingat-ingat masa lalu, aku kecewa hian (sangat kecewa).Inilah hati (gambar benang kusut). Penyesalan selalu datang ke belakang. Semua kacau seperti benang kusut. Tapi apa boleh buat, semua sudah terlambat, sedikitpun tak pernah jaga hati ini, yang lalu selalu diingat-ingat, apa perlu ( da gambar pisau), kacau hian,” tulis korban dalam diarynya.

Kemudian korban di bawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau untuk divisum. (yl)