Connect with us

Politik

Pedagang Minta Percepatan Pembangunan Pasar Kampung Lalanghh

Published

on

Medan, Geosiar.com. – Pedagang Pasar Kampung Lalang minta pembangunan pasar dipercepat. Sehingg, para pedagang bisa kembali berdagang seperti sebelumnya. Pasalnya, sudah setahun lebih para pedagang Pasar Kampung Lalang tidak dapat beraktifitas karen pembangunan yang terbengkalai.

“Pedagang Pasar Kampung Lalang ada sekitar 732 pedagang. Kami sudah setahun tidak berjualan karena pembangunan pasar tidak selesai-selesai. Kami cuma minta pembangunannya dipercepat, biar pedagang bisa kembali berjualan,” pinta Binari Nainggolan saat mengikuti reses I 2018 anggota DPRD Kota Medan, Dame Duma Sari Hutagalung di Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (28/4/2018).

Binari mengaku, Reses sangat berguna bagi masyarakat sebagai media menyampaikan segala aspirasi dan keluhan yang terjadi di masyarakat terkait pembangunan kepada anggota dewan.

“Kami minta antara eksekutif dan legislatif kerjasamalah, biar program pembangunan itu secepatnya dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau hanya untuk hambur-hamburkan uang, buat apa Reses ini dibuat. Terus terang, ini sangat berguna bagi kami,” katanya.

Sementara itu Ridho Hartarti Naibaho, Kepling Tanjung Gusta, meminta agar validasi data masyarakat miskin penerima bantuan didata ulang kembali. Sebab, katanya, banyak yang menerima bantuan itu tidak sesuai, sementara yang benar-benar miskin tidak menerima bantuan. “Saran kami, pendataan itu dilibatkanlah Kepling, sebab Kepling lah yang tahu siapa-siapa warganya yang berhak menerima,” katanya.

Ditambahkan Hartati, warganya selaku Penerima Keluarga Harapan PKH juga mengalami masalah. Dimana warga peserta PKH tidak dapat menggunakan kartu untuk pengambilan uang atau dibelanjakan. Pihaknya tidak tahu kemana harus mengadu.

Sementara perwakilan Dinas PKP2R Bambang mengaku, persoalan Pasar Kampung Lalang masih dalam pembahasan di pusat. “Jadi, kita tunggu ya pak,” ujarnya.

Selain itu, Dinas PKP2R juga memaparkan program bedah rumah yang tengah dilakukan Pemko Medan saat ini. “Jadi, bapak-ibu bisa mendaftarkan rumahnya untuk dibedah dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan. Untuk tahun ini ada sekitar 800 rumah yang akan dibedah dengan maksimal Rp 20 juta untuk 1 unit,” terang Bambang.

Menyikapi itu, Dame Duma Sari Hutagalung, mengatakan pihaknya tetap komit memperjuangkan percepatan pembangunan Pasar Kampung Lalang. “Kalau masalah ini tetap menjadi prioritas. Kami di Komisi C DPRD Kota Medan terus memantaunya. Jadi, mari kita sama-sama berjuang agar pembangunannya dipercepat dan pedagang dapat kembali berjualan.

Berdasarkan informasi dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) Kota Medan, kata Duma, kelanjutan pembangunan Pasar Kampung Lalang akan ditentukan pada pekan ini. Sebab, Dinas PKP2R masih menunggu “fatwa” dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). “Jadi, Dinas PKP2R masih menunggu, apakah pembangunan tetap dilanjutkan oleh rekanan sebelumnya atau dilakukan tender ulang. Kita tunggu saja sama-sama,” katanya.

Kecewa SKPD Tak Hadir

Pada kesempatan itu, Duma, mengaku kecewa dengan ketidakhadiran sejumlah pimpinan OPD yang diundang. “Terus terang saya kecewa dan marah. Bagaimana Pemko mau menjawab keluhan masyarakat, sementara mereka tidak hadir. Kota Malang yang begitu kecil saja, kondisinya bagus. Ini Medan sebagai kota terbesar ketiga, begini kondisinya. Ini menjadi catatan bagi kami,” ungkap Duma.

Kendati demikian, tambah Duma, segala aspirasi dan keluhan masyarakat tetap disampaikan ke Pemko Medan melalui rapat paripurna DPRD untuk ditindaklanjuti dan dijadikan program pembangunan kedepan. (lamru)