Connect with us

Nasional

Aman Abdurrahman: Yang Tidak Berbaiat ke ISIS Berdosa

Published

on

Terdakwa bom Thamrin, Aman Abdurrahman. (thenational.ae)

Geosiar.com, Jakarta – Aman Abdurrahman, terdakwa bom Thamrin, menganggap muslim yang tidak berbaiat (berjanji setia) kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, berdosa. Karena, menurutnya Al-Baghdadi adalah seorang khalifah yang menegakkan hukum-hukum Isam.

“Kalau ada satu kelompok yang mampu menegakkannya hukum Islam, sudah ada khalifah itu, maka wajib atas kaum muslimin untuk membaiatnya. Sedangkan yang tidak berbaiat kepada para imam, nanti jahiliyah (bodoh),” kata Aman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (27/4/2018).

Kepada Aman, Hakim Akhmad Jaini sempat menanyakan apakah yang belum berbaiat ke pemimpin tertinggi ISIS itu bisa dikategorikan sebagai kafir. Aman lalu menjawab, bagi orang Islam yang tidak berbaiat ke ISIS tetaplah muslim, bukan seorang kafir.

“Jadi, bagi yang belum berbaiat itu dianggap kafir?” tanya Hakim.

“Bukan, tetapi berdosa. Kata jahiliyah itu tidak semuanya kafir. Kalau tidak berbaiat kepada khalifah, itu bukan kekafiran. Orang yang tidak baiat khalifah, dia musllim selagi tidak melakukan kekafiran,” jawab Aman.

Aman Abdurrahman dikabarkan menyampaikan kegiatan ceramah yang dihadiri oleh orang-orang yang kemudian secara rutin mengikuti ajaran terdakwa. Terdakwa dianggap berani menyuarakan atau menyampaian hal yang dijadikan rujukan dalam kajian tauhid oleh pengikutnya.

Sehingga para pengikutnya kemudian terprovokasi dan memiliki pemahaman mengenai syirik akbar atau syirik demokrasi.

Aman didakwa memerintahkan empat orang untuk meledakkan bom di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Aman menargetkan tempat itu sebagai lokasi teror karena banyak warga negara asing (WNA) di sana.

Bom tersebut akhirnya diledakkan di gerai Starbucks dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016 silam. (yl)