Connect with us

Kesehatan

Tempe, Warisan Budaya Indonesia yang Lezat dan Bergizi

Published

on

Tempe.

Geosiar.com, Kesehatan – Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia memulai petisi di situs change.org kepada Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memasukkan tempe sebagai warisan budaya Indonesia.

Dirilis dari Change.org Indonesia, Kamis (26/4/2018), Pergizi Pangan menyatakan tempe merupakan produk fermentasi kacang kedelai oleh kapang Rhizopus oligosporus.

Tempe dibuat dengan proses yang unik, ditemukan beberapa abad lalu oleh nenek moyang Indonesia. Tempe juga sudah sangat dikenal di beberapa negara. Bukti sejarah menunjukkan tempe dengan bahan dasar kedelai merupakan produk fermentasi yang pertama kali dibuat oleh masyarakat Jawa Tengah dan sudah biasa dikonsumsi sejak tahun 1700-an.

Di Indonesia sendiri tempe telah diterima sebagai salah satu pangan sehat dan bergizi tinggi. Tapi, Pergizi Pangan menilai tempe masih dianggap sebagai pangan kelas sosial ekonomi rendah.

“Hal ini menjadi salah satu alasan tempe masih kurang mendapat perhatian mendalam dari pemerintah, para pengambil kebijakan dan swasta sehingga perkembangan tempe di Indonesia relatif lamban,” tulis petisi itu.

Terinspirasi dari pengakuan UNESCO terhadap Batik dalam daftar “Intangible Cultural Heritage of Humanity”, Pergizi Pangan menilai tempe memiliki potensi yang besar untuk tercantum dalam daftar tersebut.

Tempe bukan hanya sekedar makanan, tetapi memiliki nilai budaya, sejarah dan ekonomi bangsa. Karena keunikannya, tempe layak untuk menjadi simbol budaya Indonesia.

Kini, status tempe mulai meningkat baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia karena sudah tercantum dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity.(yl)