Connect with us

Kriminal

Selundupkan 1 Ton Sabu di Anyer, 3 WN Taiwan Dihukum Mati

Published

on

Sidang penyelundupan 1 ton sabu di PN Jaksel. (kompas.com)

Geosiar.com, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta membacakan putusan perkara penyelundupan 1 ton sabu di Anyer, Banten. Hakim Ketua Effendy Muchtar menyebut Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li, telah terbukti melakukan tindak pidana.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana masing-masing dengan pidana mati,” ucap Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2018).

Hakim menyebut perbuatan para terdakwa sangat bertentangan dengan program  pemerintah yang saat ini tengah giat-giatnya melakukan pemberantasan narkoba. Perbuatan terdakwa juga dinilai dapat merusak generasi muda yang menjadi penerus bangsa Indonesia.

“Sementara untuk hal yang meringankan tidak ada,” kata Hakim.

Selain ketiga terdakwa yang telah diadili, ada lima terdakwa lainnya dalam kasus penyelundupan satu ton sabu-sabu ini. Mereka adalah Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung.

Para terdakwa dikenai Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kedelapan terdakwa memiliki peran yang berbeda-beda. Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan, dan Hsu Yung Li, berperan menjemput barang bukti 1 ton sabu itu di Pantai Anyer, Serang, Banten.

Sementara Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung, berperan sebagai pihak yang berada di kapal Wanderlust yang berisikan sabu seberat 1 ton. Vonis kelima terdakwa juga akan dibacakan pada hari ini. (yl)