Connect with us

Nasional

Pemprov DKI: Hati-Hati Gunakan Taksi Online

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyesali kejadian penyekapan sekaligus perampokan yang terjadi di dalam taksi online terhadap seorang penumpang pada Selasa (24/4/2018) silam. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan pengguna taksi online agar lebih berhati-hati lantaran taksi online belum memiliki aturan.

Andri Yansyah juga menyampaikan, Pemprov DKI hanya berwenang menyediakan layanan pengujian kendaraan bermotor (KIR) dan menertibkan angkutan online yang kedapatan lakukan pelanggaran ketertiban lalu lintas. Menurutnya, kewenangan mengatur angkutan online berada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kami hanya bisa mengimbau pebisnis aplikasi agar mentaati peraturan dan penggunanya lebih berhati-hati,” kata Andri Yansyah saat dihubungi, Kamis (26/4/2018).

Andri menjelaskan, Pemprov DKI sudah berulang kali mengirimkan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk menutup aplikasi armada taksi online yang kerap terkena penertiban di lapangan, baik itu parkir sembarangan ataupun yang kedapatan tidak belum ikuti uji KIR saat razia dilakukan.

Padahal, kata Andri, uji KIR merupakan satu satunya standar keselamatan dalam operasional angkutan umum. Dia pun telah menyediakan lanjut khusus pelayanan bagi taksi online yang mengikuti uji KIR. Sayangnya, dalam sehari, angkutan online yang mengikuti uji KIR hanya berkisar satu-dua unit. “Kami terus berupaya menertibkan angkutan online, tapi terbatas kewenangan,” ujarnya.

Dengan terbatasnya kewenangan, lanjut Andri, dirinya memilih untuk mempercepat layanan angkutan umum melalui OK Otrip yang akan terintegrasi hingga ke pemukiman. OK Otrip terus mengalami kemajuan meski uji coba diperpanjang.

“Dengan peningkatan layanan angkutan umum, taksi online yang akan mencari kita,” kata Andri.

Sebelumnya, Santi atau Sansan (24) diduga telah menjadi korban penyekapan dan juga perampokan di dalam taksi online GrabCar yang menyebabkan hilanganya sejumlah barang berharga mereka.(yl)