Connect with us

Nasional

Tersangkut Penggelapan Tanah, Sandiaga Uno Akan Kembali Dilaporkan

Published

on

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (bisnis.com)

Geosiar.com, Jakarta – Terkait kasus dugaan penggelapan tanah di Tangerang, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan kembali dilaporkan. Padahal sudah ada upaya perdamaian yang dilakukan oleh Andreas Tjahyadi, rekan bisnis Sandiaga Uno.

“Tinggal menunggu waktu yang tepat,” kata Fransiska Kumalawati Susilo, Kuasa Hukum pelapor Djoni Hidayat, Selasa (24/4/2018).

Sebelumnya, Fransiska melaporkan Andreas dan Sandiaga ke polisi pada tahun 2017, karena diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah milik PT Japirex sekitar 1 hektare di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten, pada 2012.

Andreas diketahui sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Japirex, Sandiaga memegang saham 40 persen, dan Djoni menjabat direktur perusahaan itu. Sandi lalu melepas sahamnya di perusahaan tersebut. PT Japirex dinyatakan bubar pada 11 Februari 2009. Sandiaga diduga menggelapkan hasil penjualan aset Japirex, yakni tanah seluas satu hektare.

Andreas Tjahyadi kemudian ditetapkan polisi sebagai tersangka dan menahannya di Rutan Polda Metro Jaya Polisi. Penahanan tersebut dilakukan usai penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi.

Tapi, belakangan Andreas mengajak damai Djonny dan telah mengganti kerugian sebesar Rp3,4 miliar. Kata Fransiska, Djoni berencana mencabut laporan karena Andreas mengajukan upaya damai.

“Saat ini masih proses pencabutan laporannya. Karena mereka minta damai, sudah terjadi perdamaian dan mereka sudah mengganti kerugian terhadap tanah Djoni Hidayat,” tuturnya.

Namun Fransiska belum dapat memastikan apakah pencabutan laporan tersebut diterima atau tidak oleh pihak kepolisian.

“Pencabutan perkara atas laporan penggelapan sertifikat tanah beratasnamakan Djoni Hidayat,” aku dia.(yl)