Connect with us

Nasional

Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Setnov

Published

on

Setya Novanto. (okezone.com)

Geosiar.com, Jakarta – Anggota majelis hakim Anwar menyinggung soal permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan Setya Novanto dalam sidang pembacaan vonis terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto. Hakim Anwar mengatakan, JC yang diajukan Setnov itu tak akan menjadi pertimbangan majelis hakim.

Hakim Anwar membacakan surat pertimbangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait syarat menjadi Justice Collaborator.

JPU menilai dalam surat itu, Setya Novanto belum bisa memenuhi syarat untuk menjadi JC.

“Menimbang surat itu, oleh karena JPU menilai terdakwa belum memenuhi syarat untuk dijadikan Justice Collaborator, maka tentunya dengan demikian maka majelis hakim tidak mempertimbangkan hak itu,” ucap hakim Anwar, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dalam surat pertimbangan JPU menyebut ada dua syarat seseorang bisa menjadi Justice Collaborator.

Pertama, terdakwa mengakui kejahatan yang dilakukannya, tetapi bukan sebagai pelaku utama. Kedua, terdakwa dapat memberikan keterangan dan bukti yang sangat signifikan, sehingga penyidik dapat mengungkap tindak pidana dan menangkap pelaku lain.

Tapi, KPK menolak permohonan JC Setya Novanto dalam sidang lanjutan yang digelar pada 29 Maret 2018 lalu. Setya Novanto divonis 15 tahun oleh majelis hakim. Dia juga dihukum membayar denda sebesar Rp 500 juta.

Vonis terhadap Setnov tersebut lebih rendah 1 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Sebelumnya jaksa penuntut KPK meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan kepada Setnov.(yl)