Connect with us

Nasional

Bagi SBY Hutang Tidak Salah Untuk Hal Berikut

Published

on

Mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono ѕааt silaturahmi dі Serang. (indosatu.net)

Geosiar.com, Banten – Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengungkapkan bahwa sebelumnya ia pernah mengingatkan Presiden saat ini, Joko Widodo mengenai cara mengelola hutang dan perekonomian sosial dengan benar.

Apalagi mendekati tahun politik, menjelang Pilkada Serentak 2018 yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Suatu saat SBY mengungkapkannya ketika Presiden Jokowi menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat Sentul di Bogor, Jawa Barat.

SBY menuturkan bahwa hutang tidak bersalah jika dipergunakan untuk pembangunan dan kemakmuran rakyat. Juga tidak salah jika untuk memajukan ekonomi namun utang jangan sampai berjumlah berlebihan.

Ketika SBY menjabat jadi Presiden ke-6 pada tahun 2004, ia mengaku bahwa Indonesia pernah memiliki hutang dan ia berusaha melunasinya. Salah satunya ialah utang ke IMD yang mencapai hingga 54 persen dari pendapat nasional. Pada akhir masa pemerintahannya, utang Negara bersisa 24 persen dari pendapatan nasional. Perekonomian bertumbuh 6 persen.

“saat ini saya dengar hutang mencapai 30 persen dibandingkan pendapatan negara. Apalagi ekonomi kita sedang lemah, pertumbuhan ekonomi kita lima persen,” Imbuh SBY

SBY juga meminta agar pemerintah juga terang-terangan terkait Tenaga Kerja Asing (TKA). Karena menurut pengamatan media massa dan keluhan masyarakat, SBY pernah menerima laporan banyaknya TKA.