Connect with us

Politik

Reses Hendrik H Sitompul, Warga Kampung Nelayan Sebrang Belawan I Butuh Klinik Kesehatan

Published

on

Anggota DPRD Medan Drs Hendrik Halomoan Sitompul.MM saat menggelar reses I 2018 di Kampung Nelayan Sebrang Kel Belawan I, Sabtu (21/4/2018)

Medan, Geosiar.com – Ternyata masih banyak warga Kampung Nelayan Sebrang lingkungan 12 Kel Belawan I Kec Medan Belawan yang belum terdaftar peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan non iuran. Kondisi demikian disebabkan sulitnya warga ketika mengakses data.

“Warga disini banyak yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan. Saya sendiri berulangkali mengurus BPJS tapi selalu gagal. Kami kesulitan mengurusnya,” ujar Amir Hidayat saat mengikuti reses I 2018 Anggota Fraksi Demokrat DPRD Medan Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM di Kampung Nelayan Sebrang Link. 12, Kel. Belawan I, Kec. Medan Belawan, Sabtu (21/4/2018). Pelaksanaan reses tersebut dihadiri ratusan masyarakat dan tidak dihadiri Lurah dan Camat .

Amir mengharapkan anggota dewan Hendrik H Sitompul dapat memfasilitasi kepada Pemko Medan agar warga miskin di Kampung Nelayan Seberang mendapatkan kartu BPJS Kesehatan non iuran.

Selanjutnya, dirinya menyebutkan, untuk periksa kesehatan warga setempat masih harus menyeberangi lautan untuk berobat ke puskesmas. Untuk itu, kami mohon kepada bapak dewan, agar menyediakan klinik kesehatan di Kampung Nelayan Sebrang ini. Sebab, masyarakat sangat kesulitan untuk periksa kesehatan, katanya.

Sementara itu, Sarinah meminta agar pemerintah setempat memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di lingkungannya.
“Saya mohon kepada bapak, agar pemerintah memperbaiki titi (jembatan-red) yang ada di daerah kami. Sebab, sekalipun belum pernah tempat tinggal kami terima bantuan pemerintah. Padahal, titi adalah satu-satunya jalan penghubung warga untuk menyebrang ke kota dengan menggunakan boat. Takutnya, karena titi sudah rapuh dan lapuk, anak-anak sekolah yang jlan diatas titi bisa jatuh ke laut”, keluhnya.

Selanjutnya, Jamaluddin warga Lingk. I Nelayan Sebrang mengungkapkan, sulitnya untuk mengurus KTP. Sebab, sudah dua tahun hingga kini KTP yang diharapkannya tak kunjung selesai.

Menanggapi hal tersebut, politisi Demokrat ini mengakui, saat reses dirinya menerima berbagai problem yang dihadapi masyarakat. Selain masalah kesehatan dan pendidikan, juga persoalan lampu jalan.

Selain itu, Hendrik H Sitompul yang juga anggota Komisi C DPRD Medan ini meminta agar koordinasi instansi terkait yaitu Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta BPJS Kota Medan maupun pemerintah tingkat bawah yakni lurah dan camat sebaiknya lebih intensif lagi, untuk mengatasi yang menjadi keluhan masyarakat.

“Orientasi belanja untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat seharusnya memprioritaskan program kesehatan, bukan hanya kebutuhan birokrasi,” ucap Hendrik.

Reses anggota DPRD Medan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu, anggota DPRD Medan Herri Zulkarnaen dan Anton Panggabean. (lamru)