Connect with us

Daerah

Bara Baja Djoss Beri Bantuan Masker dan Obat-Obatan Kepada Pengungsi Sinabung

Published

on

Bara Baja Djoss memberikan bantuan kepada warga desa Batu Karang, Kabupaten Karo. (Kamis (19/4/2018). (dok.redaksi)

Geosiar.com, Tanah Karo – Barisan Relawan (Bara) Baja Djoss Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan masker dan obat-obatan kepada warga Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumut, pada Kamis (19/4/2018). Desa Batu Karang merupakan desa yang hanya berjarak sekitar 2-3 km dari Gunung Sinabung. Dari desa lainnya, desa ini merupakan yang terpadat penduduknya.

Sekitar pukul 13.00 WIB Bara Baja Djoss tiba di Kantor Kepala Desa Batu Karang. Mereka bertemu dengan seorang warga Batu Karang yang bernama Benny Bangun.

Benny mengatakan, pada hari itu juga Kepala Desa dan warga Desa Batu Karang sedang melakukan aksi damai di Kantor Bupati Kabupaten Tanah Karo. Para warga Desa Batu Karang menuntut agar pemerintah daerah bisa menuntaskan persoalan petani yang tertimpa gagal panen akibat erupsi abu vulkanik Gunung Sinabung.

“Kami meminta agar Bapak Bupati Karo memberikan jawaban kejelasan terkait masalah ini. Kami sudah lelah, dan menderita selama delapan tahun, terhitung sejak erupsi pertama di tahun 2010,” keluh Benny.

Benny menambahkan, tidak ada pilihan lain bagi para petani untuk bertahan hidup selain bertani. Sementara abu vulkanik menjadi momok menakutkan bagi warga Desa Batu Karang. Dan ini sudah terjadi hampir 8 tahun  lamanya.

Menanggapi hal itu, salah satu relawan dari Bara Baja Djoss, Eka Rina Ginting mengutarakan empatinya dan berharap supaya masalah yang menimpa para pengungsi cepat selesai.

“Kami turut merasakan kesedihan yang dialami oleh para pengungsi. Kami juga berharap agar masalah ini cepat selesai sehingga warga bisa kembali melakukan aktifitas seperti sedia kala,” ucap Eka Rina Ginting.

Selanjutnya Sekretaris DPD Bara Baja, Jun Franco memberikan masker dan obat-obatan kepada Pak Benny.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban penderitaan warga Batu Karang,” ujar Jun Franco.

Hidup dalam ancaman lahar panas dan abu vulkanik memang menyedihkan. Akibatnya banyak warga mengungsi ke luar daerah karena pertanian yang dijadikan mata pencaharian gagal menghidupi para keluarga mereka.

Pukul 14.00 WIB, Bara Baja Djoss meninggalkan Desa Batu Karang dan kembali ke Medan. Dari Medan, kata Birgaldo Sinaga, mereka langsung meluncur ke Deli Serdang untuk menggelar blusukan di Pasar rakyat.

“Kami langsung menggelar blusukan ke Deli Serdang tepatnya di Pasar Rakyat. Meski lelah, semangat tak boleh patah. Tentunya untuk Sumut yang bersih, jujur, dan transparan,” tegas Koordinator Wilayah Bara Baja Djoss Sumut itu saat diwawancarai tim Geosiar.com. (yl)

  • Kecamatan Payung, Kantor Kepala Desa Batu Karang

  • Bara Baja Djoss bersama beberapa warga desa Batu Karang.

  • Jun Franco saat mengangkut bantuan berupa masker dan obat-obatan.