Connect with us

Nasional

Menteri Susi: Tenggelamkan Orang-Orang yang Korupsi

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Menanggapi persoalan sistem pemberantasan korupsi di Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berkomentar bahwa budaya transparansi yang saat ini diterapkan di Indonesia sudah bagus, hanya saja masih perlu adanya pendidikan antikorupsi.

Kepada Ketua KPK Agus Rahardjo, Susi pun berpesan agar tidak segan-segan menenggelamkan para pelaku korupsi, khususnya pejabat.

“Tenggelamkan orang-orang yang korupsi. Tugasnya Pak Agus itu,” kata Susi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Susi memuji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membuat seminar tentang pencegahan korupsi sebagai salah satu sarana pendidikan antikorupsi.  Namun yang paling penting untuk diperhatikan, menurut Susi adalah cara kerja birokrat selama ini.

“Yang paling penting adalah saya lihat sekarang ini dari cara pola kerja birokrat. Yang saya perhatikan adalah ini sudah lama menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini kalau mau dirubah harus ada kultur edukasi. Apa perubahan edukasi? Mereka menganggap hal itu biasa, padahal ada hal yang sebetulnya tidak boleh,” jelasnya.

Selanjutnya Susi memberi contoh gratifikasi sebagai hal yang dianggap biasa namun tidak boleh dilakukan.

“Segala bentuk pemberian menjadi hal biasa. Padahal itu salah satu poin karena bisa membuat kita tidak konsisten, independen, integrity,” ungkapnya.

Susi juga mengatakan, masalah gratifikasi ini juga masih ditemukan khususnya menjelang Pilkada Serentak. Menurutnya, masalah ini terjadi karena sudah menjadi kultur sejak lama di sistem birokrasi Indonesia.

“Gratifikasi sudah dianggap hal yang biasa sehingga mereka lupa. Kedua adalah environment memang smarter sangat rendah. Seolah-olah menjadi tontonan yang tidak manner. Civil society education mengembalikan manner,” jelasnya. (yl)