Connect with us

Nasional

Solahudin: Aman Abdurahman Muncul Sebagai Jihadis Tahun 2002

Published

on

Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (UI) Solahudin. (damailahindonesiaku.com)

Geosiar.com, Jakarta – Solahudin selaku Peneliti dari Pusat Kajian Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia (UI) bersaksi hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (17/4/2018).

Solahudin menyampaikan kemunculan sosok terdakwa bom Thamrin, Aman Abdurrahman terjadi pada tahun 2002.

Namun, ia mengaku baru mendengar namanya pada tahun 2003.

Solahudin mengatakan kelompok ekstrim seperti kelompok Abu Bakar Basyir lebih dulu terdengar jauh sebelum nama Aman muncul ke permukaan.

“Dia sebelumnya dikenal dengan ustaz salafi. Pernah jadi imam masjid dan dai di Masjid Asofah Lenteng Agung,” jelas Solahudin.

Ia menambahkan, pada tahun 2004 Aman terlibat aksi teror bom Cimanggis, sejak saat itu nama Aman Abdurrahman semakin melambung.

Diketahui juga, ketika berada di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Aman sering menerjemahkan banyak tulisan terutama tulisan Abu Muhammad Al Magdis yang jadi rujukan di kalangan kelompok-kelompok jihadis Indonesia.

“Saya sendiri baru tahu namanya tahun 2003, 2004 saya kaget terdakwa terlibat bom Cimanggis. Sejak saat itu namanya makin berkibar,” ucapnya.

Dalam dakwaannya, Jaksa menyebut Aman menyuruh empat orang untuk meledakan bom di Jalan Subang, Jakarta Pusat. Aman memeriksa Jalan Sabang sebagai lokasi teror karena banyak Warga Negara Asing (WNA) di sana.

Akhirnya bom tersebut diledakkan di gerai Starbuck dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (14/1/2016). (yl)