Connect with us

Daerah

Orangtua Siswa di Batam Mengeluh Akibat Biaya Sertifikat Mengaji Dipatok 300 ribu

Published

on

Ilustrasi (tribunnews.com)

Geosiar.com, Batam – Siswa di Batam yang hendak mendaftar masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) harus memenuhi syarat memiliki sertifikat mengaji.

Namun sejumlah orangtua siswa di Batam, Kepulauan Riau keberatan dengan biaya untuk sertifikat yang mereka nilai kemahalan. Biaya yang diperlukan untuk sertifikat mengaji adalah sebesar Rp 300 ribu.

Salah satu orang tua siswa, Satriyo (28), menyatakan bahwa sertifikat mengaji memang sangat diperlukan sebagai salah satu persyaratan. Tetapi ia mengaku keberatan.

“ini sudah tidak masuk akal, siswa yang ingin mendapatkan sertifikat membaca Al Quran harus membayar hingga Rp 300 ribu per sertifikat,” ujarnya Selasa (17/4/2018).

“katanya untuk memajukan anak bangsa, agar siswa-siswi yang beragama Islam bisa membaca Al Quran, tetapi kenapa dipatok biayanya,” ujar Leni, orang tua lain yang keberatan dengan harga sertifikat mengaji yang dipatokkan Rp 300 ribu.

Peristiwa ini menurut Leni akan menurunkan kualitas membaca Al Quran. Maksudnya seorang anak yang sebenarnya tidak bisa membaca Al Quran, namun karena mampu membayar, maka ia bisa dengan mudah mendapat sertifikatnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, membenarkan persyaratan patokan harga tambahan sertifikat mengaji bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMP dan SMA. Tapi untuk sertifikat saja tidak dikenakan biaya.

Muslim mengungkapkan bahwa aturan itu sebagai syarat untuk calon siswa SMP dan SMA, itu menurut Perda Nomor 4 tahun 2010 tentang pendidikan di Kota Batam.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menangani masalah sertifikat mengaji. Kini beralih ke Kementerian Agama sesuai kelutusan Badan Musyawarah Guru Taman Pendidikan Al Quran (BMG-TPQ).

“mengenai biaya bisa langsung ditanyakan ke Kemenag Batam, karen sekarang mereka yang berwenang,” ujar Muslim.

Tapi, saat ini kepala Kemenag Kota Batam, Erizal Abdullah belum dapat dikonfirmasi dikabarkan karena sedang mengadakan rapat. (Tees)