Connect with us

Dunia

Dubes AS: Rusia Hilangkan Bukti Senjata Kimia di Suriah

Published

on

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan. (Liputan6.com)

Geosiar.com, Jakarta – Joseph Donovan, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia mengecam tindakan Rusia yang melarang Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk masuk ke Douma, Suriah. Sebelumnya kota Douma dan Ghota merupakan daerah yang dituduh AS sebagai tempat senjata kimia milik Suriah digunakan.

“Ya, Rusia tidak izinkan inspektur OPCW masuk ke Douma. Kami khawatirkan mereka sudah menghilangkan bukti-bukti penggunaan senjata kimia di sana,” sebut Donovan di Jalan Taman Surapati, Jakarta, Selasa (17/4/2018).  Donovan mengaku Rusia adalah sekutu pemerintah Suriah.

Meski ada kecemasan, Donovan mengatakan negaranya masih memegang sejumlah bukti konkret lain terkait penggunaan senjata kimia oleh Suriah.

“Sudah banyak sekali bukti berupa video dan foto beresolusi tinggi yang menunjukkan penderitaan rakyat dan warga yang ada di Douma. Seperti foto orang yang mulutnya berbusa dan foto atau video yang menunjukkan secara secara jelas dan nyata bahwa ada penggunaan senjata kimia dari bukti-bukti eksternal dari tubuh mereka,” jelas Donovan

Donovan juga menuding Rusia terlibat membantu Suriah menyerang kota Douma dan Ghouta menggunakan senjata kimia.

“Terdapat ahli kedokteran di lapangan yang merawat pasien yang menujukkan tanda-tanda bahwa mereka baru saja terpapar oleh gas sarin,” ucap dia.

“Jadi ada helikopter Rusia yang dimiliki oleh militer Suriah yang saat itu sedang terbang di atas Douma waktu terjadi penyerangan tersebut. Bom drum ini yang secara berkala digunakan pemerintah Suriah untuk menyerang rakyatnya sendiri terlihat jatuh dari pesawatnya saat penyerangan di Douma,” lanjutnya.

Tentang bantahan Rusia yang menyebut penggunaan senjata kimia adalah tipu belaka, Donovan mengatakan, dari bukti yang ada mustahil kejadian di Douma adalah hoax.

“Semua itu menunjukkan bahwa kejadian ini bukanlah hoax atau berita bohong, tapi nyata. Kejadian itu merupakan serangan senjata kimia yang dilakukan oleh Pemerintah Suriah terhadap rakyatnya sendiri,” ungkap dia. (yl)