Connect with us

Nasional

Waspada! Skandal Data Facebook di Pemilu 2019

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Isu pencurian data yang dilakukan oleh Canbride Analytica pada pemilihan Presiden Amerika 2016 lalu membuat banyak masyarakat Indonesia khawatir. Hal itu disebabkan sekitar 1,096 juta data pengguna Facebook bocor sesaat sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dilangsungkan.

Salah satu pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Heryanto menyatakan, media sosial (medsos) dapat menggiring opini masyarakat.

“Supaya memilih atau tidak memilih pasangan calon atau partai tertentu,” ujar Gun Gun saat dihubungi, Senin (16/4/2018).

Gun Gun menyebutkan ada tiga poin utama yang membuat pemilu Indonesia rawan praktik penyalahgunaan data pribadi di mendsos.

Poin pertama, pengguna medsos di Indonesia terutama Facebook, Twitter, dan Instagram termasuk yang terbesar di dunia. Hal itu membuat para pengguna medsos jadi target empuk lapih pemilih untuk dimanupulasi melalui medsos.

“Kedua, sebagian besar pengguna medsos di Indonesia belum terbiasa diskursus dengan data verifikatif. Dengan begitu, mereka sangat mungkin mudah terpapar terpaan informasi politik yang dipolakan pihak tertentu,” jelasnya.

Ketiga, polarisasi di tengah masyarakat yang sangat tajam semenjak 2014 silam membuat penguasaan data pengguna medsos menjadi faktor sangat menentukan dalam pertarungan opini.

“Terutama untuk diseminasi informasi, propaganda, dan publisitas,” tegas Gun Gun.

Lebih lanjut, Gun Gun menegaskan jika hal ini merupakan masalah yang serius bagi Indonesia. Oleh karena itu, dia memandang jika pemerintah seharusnya tegas menuntut kepastian komitmen dari berbagai perusahaan medsos untuk melindungi data pribadi para penggunanya.

Di lain pihak, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara juga mengkhawatikran adanya kemungkinan jika hal serupa skandal Cambridge Analytica bisa terjadi di Indonesia.

Walaupun demikian, Rudiantara menegaskan bahwa Kominfo tidak akan diam saja di tengah ancaman tersebut. Dia menyatakan akan melakukan sesuatu untuk menanggulangi hal tersebut untuk terjadi di Indonesia.

“Tapi sebelum itu terjadi, saya pasti akan mengambil langkah,” katanya. (yl)