Connect with us

Daerah

Polda Banten Gagalkan Aksi Penangkapan Benih Lobster Senilai Rp 627 Juta di Lebak

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Serang – Polda Banten berhasil mengamankan 10.373 benur dari jenis lobster mutiara dan pasir senilai Rp 627 juta di Lebak, usai menangkap dua pelaku pengepul benih lobster atau benur.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Merak, M Hanafi menyampaikan, berdasarkan Undang-undang Perikanan, hanya lobster dengan berat di atas 200 gram yang dapat diperjualbelikan para nelayan. Di bawah itu, dilarang bagi nelayan maupun para penangkar lobster.

“Di bawah 200 gram dilarang penangkapannya, budidaya sampai dikirim ke luar negeri,” katanya di Mapolda Banten, Kota Serang, Jumat (13/4/2018).

Ia juga mengatakan, pada 2017, stasiun karantina di Merak bersama Polda Banten melakukan 3 kali penangkapan pengirim benur yang akan menyeberang ke Sumatera. Tahun 2018, 10 ribu benur yang diamankan Polda menurutnya termasuk dalam jumlah besar.

“Hal itu sangat mengancam ekosistem lobster, karena kemungkinan banyak di nelayan yang belum ditemukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Hanafi mengatakan, di daerah pesisir seperti Binuangeun dan Wanasalam, Lebak, banyak keramba di tengah laut yang memungkinkan adanya penangkapan benur dari habitatnya. Ia juga menilai, masyarakat di pesisir selatan tidak menangkap benih lobster. Karena, ekosistem lobster sudah sangat mengkawatirkan.

Di sisi lain, Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Banten Kombes Abdul Karim mengatakan, atas temuan ini kepolisian akan melakukan penelusuran sampai ke tersangka lain.Terdapat dua Daftar Pencarian Orang (DPO) yang masih dikejar oleh kepolisian yaitu U sebagai pemilik dan B sebagai pembeli untuk dijual kembali ke pihak ketiga.

“Kita akan memantau kegiatan ini, yang penting sudah kita dapatkan dan akan kita kembangkan ke tersangka dan TKP lainnya,” pungkas Karim. (yl)