Connect with us

Sumut

Pelaksanaan MABIM PMKRI Cabang Medan Berjalan Lancar

Published

on

Foto bersama pengurus dan para peserta MABIM PMKRI Cabang Medan, di Training Centre Sayum Sabah, Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. (dok.redaksi)

Geosiar.com, Sibolangit – Masa Bimbingan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (MABIM PMKRI) cabang Medan digelar di Training Centre Sayum Sabah, Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada tanggal 6 sampai 8 April 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai kampus yang ada di Medan.

Para anggota muda yang mengikuti Masa Bimbingan (Mabim) terlihat begitu antusias. Hal itu terlihat dari keaktifan anggota yang mengikuti pengkaderan dari awal hingga akhir kegiatan.

Pada kesempatan itu hadir juga Anggota DPRD Sumatera Utara Richard Sidabutar S.E, yang turut memberi arahan dan motivasi kepada peserta MABIM.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menghasilkan pemuda/i yang peduli terhadap gereja dan tanah air. Seperti halnya semboyan PMKRI yaitu ‘Pro Ecclesia Et Patria’ atau ‘Demi Gereja dan Tanah Air’,” tegas Richard.

Di sisi lain, Ketua Presidium Amrin Simbolon juga mengatakan bahwa mahasiswa/i Katolik harus terlibat aktif dalam kegiatan internal maupun eksternal kampus, serta tidak apatis dalam melihat persoalan bangsa.

“Kita sebagai generari bangsa, khususnya mahasiswa dan mahasiswi Katolik harus berperan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan positif di dalam maupun luar kampus. Jangan bersikap apatis atau tidak peduli pada persoalan-persoalan yang ada di sekitar kita,” kata Amrin.

Tidak lupa Sekretaris Jenderal Ady Sitanggang juga menyebutkan contoh organisasi-organisasi yang dapat diikuti, seperti Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

“Contoh organsasi kampus seperti KMK dan PMKRI. Ada juga organisasi-organisasi yang bisa diikuti ketika kita sudah keluar dari dunia kampus nanti, seperti Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), serta Pemuda Katolik.

Dalam pengkaderannya, PMKRI memiliki jenjang formal untuk mempersiapkan kader bina dan kader juang. Pengkaderan tingkat pertama disebut Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB).Pada masa itulah organisasi PMKRI diperkenalkan kepada mahasiswa/i yang ingin bergabung. Pada tahap MPAB, peserta masih berstatus sebagai anggota muda dan belum memiliki hak sepenuhnya sebagai anggota. Untuk itu kader-kader baru harus melewati tahap selanjutnya.

Sebagai ormas Gereja Katolik, PMKRI juga siap sedia menghasilkan kader-kader yang akan menjadi Agen Perubahan (Agent of Change).

PMKRI merupakan sebuah organisasi mahasiswa yang bergerak di luar kampus. Selain sebagai semboyan, ‘Pro Ecclesia et Patria’ atau ‘Bagi Gereja dan Tanah Air’ juga dijadikan landasan pergerakan PMKRI dalam melaksanakan visi dan misi yang berpihak kepada kaum tertindas (option of the poor).