Connect with us

Nasional

Usulkan Sardjito Jadi Pahlawan Nasional, UGM Minta Dukungan JK

Published

on

Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Ir Panut Mulyono bersama rekan saat berkeliling melihat pameran foto di Balairung UGM, pada Senin (22/1/2018).

Geosiar.com, Jakarta – Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Ir Panut Mulyono meminta dukungan Wakil Presiden Jusuf Kalla Prof dr Sardjito  diangkat menjadi salah satu  pahlawan nasional.Panut mengatakan bahwa Sardjito juga merupakan perintis Palang Merah Indonesia (PMI)

“Pembahasannya dengan Wapres JK terkait dengan pengusulan Almarhum Dr Sardjito rektor pertama UGM, juga sebagai perintis PMI sebagai pahlawan nasional,” ujar Panut usai menemui JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (12/4/2018).

Menurut Panut pihaknya sudah melalui berbagai proses untuk pengangkatan Sardjito jadi pahlawan nasional. Audiensi ke wakil presiden dilakukan karena Dr Sardjito juga merupakan mantan ketua PMI.

“Pertimbangannya adalah karena Prof Sardjito dulu sebagai perintis PMI dan Pak JK sebagai ketua PMI Nasional. Kami minta dukungan begitu agar proses pengusulan ini nanti bisa lancar,” katanya.

Panut  mengatakan berbagai proses sudah mereka dilakukan seperti seminar regional di Yogyakarta hingga seminar nasional di Jakarta dengan pembicara  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, dan pihaknya telah melengkapi beberapa syarat seperti naskah akademik.

“Kemudian naskah akademik sudah kita lengkapi dan akan segera kita kirim ke Kementerian Sosial,” ucapnya.

Di samping itu, Guru Besar Sejarah UGM, Prof Djoko Suryo menyebut Sardjito memiliki banyak jasa terhadap masyarakat Indonesia. Sardjito memiliki komitmen dan perjuangan saat membela kemerdekaan Tanah Air.

“Tadi Pak JK menanggapi secara positif usulan itu. Karena memang betul-betul perintis pendiri PMI yang berjasa kepada masyarakat dan bangsa Indonesia,” ungkap Djoko.

“Selama perjuangan untuk mencapai kemerdekaan, betul-betul memiliki komitmen dan pengabdian yang luar biasa. Dan jadi suri tauladan terhadap tokoh yang meluncurkan tadi, integritas yang tinggi pengabdian pada bangsa pada rakyat melalui keilmuannya,” tambahnya.

Selain seorang Ilmuwan dan pejuang, Prof Dr Sardjito juga seorang budayawan. Penelitiannnya tentang Borobudur yang dipresentasikan pada Pasific Science Congres di Philipina pada 16-18 November 1953 membuka mata dunia tentang tingginya peradaban di Indonesia. (yl)