Connect with us

Sumut

Polisi Sita 14,5 Kilogram Sabu dan 40 Ribu Butir Ekstasi di Delitua

Published

on

Satres Narkoba Polrestabes Medan menggrebek sebuah lokasi penyimpanan narkoba di Dusun III Penampungan, Desa Deli Tua, Namorambe, Deli Serdang, Sumut, Senin (9/4/18). (matatelinga.com)

Geosiar.com, Medan – Aparat kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat penyimpanan narkoba di Dusun III Penampungan, Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang pada Senin (9/4/2018).

Berdasarkan informasi dihimpun, penggerebekan berlangsung sejak pukul 14.00 Wib. Operasi itu dikabarkan sebagai pengembangan penangkapan penyalahgunaan narkoba yang diungkap Polrestabes Medan. Penggerebekan tersebut dipimpin oleh Kasat Reserse Narkoba Polestabes Medan, AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo.

“Petugas berhasil mengamankan dua orang dari lokasi dan saat ini petugas masih melakukan pengembangan terkait penemuan narkoba ini,” kata Raphael di lokasi kejadian di Jalan Penampungan Namorambe.

Ia menambahkan, bahwa kedua tersangka yang diamankan suku Jawa. Dalam penangkapan tersebut dikabarkan satu dari tiga orang yang diamankan merupakan anggota jaringan pemasok narkoba dari Malaysia.

“Kurang lebih untuk sabu 14,5 kilogram dan pil ekstasi yang diduga inex kurang lebih 40 ribu butir,” ujarnya.

Di samping itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan bahwa tidak bisa menjelaskan secara detail. Tapi menurutnya untuk penyelidikan sendiri sudah dilakukan selama empat hari.

“Pengembangannya berdasarkan jaringan yang kita tangkap. Jadi masuknya dari Aceh dan kita kembangkan lagi. Sempat beberapa tahap menghilang, namun berhasil kita temukan,“ kata Dadang.

Dadang menuturkan bahwa lokasi yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang haram tersebut merupakan sebuah gudang. Seharusnya ada sekitar 15 kilogram sabu yang bisa diamankan.

Tapi ternyata para tersangka sempat mendistribusikan setengah kilogram sabu, jadi total sabu yang kita amankan sekitar 14,5 kilogram dan ekstasy sebanyak 40 ribu butir, yang terbagi dalam delapan bungkus plastik, pil berwarna merah dan biru.

“Target pasar mereka biasa wilayah Kota Medan. Asal barang sendiri masuk dari Kota Aceh. Kedua tersangka berperan sebagai pemegang atau penjaga gudang penyimpanan narkoba,” ujarnya

“Mereka sistemnya ada yang pegang barang dan ada yang mendistribusikan. Kita masih lakukan pengembangan untuk menangkap bandar besar,” jelas Dadang.