Connect with us

Nasional

1 NIK Dipakai Registrasi 2,2 Juta Kartu Prabayar

Published

on

Ilustrasi kartu prabayar. (liputan6.com)

Geosiar.com, Jakarta– Program registrasi kartu prabayar ternyata masih menyisakan persoalan. Satu NIK diketahui sempat dipakai untuk mendaftar jutaan nomor ponsel seluler prabayar. Kejadian ini tercatat terjadi di semua operator seluler.

Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil mengungkap data tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) panitia kerja pengamanan data pribadi DPR RI.

Mereka menemukan sebuah nomor pelanggan Indosat memakai satu NIK hingga 2.221.656 kali. Angka itu tercatat paling banyak. Dua nomor Indosat lain juga diketahui memakai sebuah NIK masing-masing hingga 1,6 juta dan 1,8 juta kali.

“Kalau jumlah (NIK) enggak hapal, itu hanya mengambil tiga contoh yang besar-besar,” ucap Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Zakhrulloh saat ditemui di Gedung DPR/ MPR Jakarta, Senin (9/4).

Hal ini terjadi hampir di semua operator. Di Telkomsel ada tiga NIK yang masing-masing dipakai ratusan ribu kali. XL pun demikian. Hanya di Hutchison 3 dan Smartfren yang hitungannya ‘hanya’ berkisar puluhan ribu nomor seluler.

Pada dasarnya, untuk registrasi nomor prabayar secara mandiri hanya dibatasi paling banyak untuk tiga nomor saja. Jika lebih, pelanggan seluler diharuskan mendatangi gerai resmi operator untuk mendaftarkan nomor mereka.

Walaupun begitu satu NIK dipakai hingga jutaan nomor menimbulkan kecurigaan. Tapi data yang ditemukan menunjukkan ada anomali dalam proses registrasi. Hanafi Rais dari Komisi I DPR curiga jutaan nomor yang diregistrasi dengan satu NIK itu berasal dari aksi korporasi.

“Aksi korporasi itu artinya lembaga, by design, sistemik, bahwa registrasi yang massal yang jelas-jelas menyalahi peraturan tidak mungkin dilakukan oleh perorangan, pasti lembaga, di sini korporasi,” ujar Hanafi usai memimpin rapat.

Hanafi menganggap temuan tadi sebagai skandal. Ia da sejumlah koleganya menduga registrasi massal dengan satu NIK itu tak lepas dari upaya operator menyelamatkan nomor yang kadung sudah diproduksi dan terkena dampak registrasi prabayar.

Kemkominfo sendiri menyatakan telah menegur operator seluler yang bertindak demikian. Selain itu juga, pemerintah telah meminta operator seluler memblokir nomor-nomor tersebut berdasarkan NIK yang disalahgunakan. Menurut Dirjen PPI Kemkominfo, Ahmad M. Ramli, kejadian itu minta operator seluler merampungkannya sampai dengan 1 Mei mendatang. (yl)