Connect with us

Nasional

Ratna Sarumpaet: Ada yang Mau Mengadu Saya Dengan Gubernur DKI

Published

on

Ratna Sarumpaet. (viva.co.id)

Geosiar.com, Jakarta – Ratna Sarumpaet menduga kuat ada oknum yang sengaja memanfaatkan kasus penderekan mobilnya oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang terjadi pada Selasa (3/4/2018) lalu. Aktivis tersebut menduga bahwa ada pihak yang ingin mengadu dirinya dengan Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Saya lihat ada tendensi itu (diadu). Mau membuat saya berkonflik dengan gubernur. Dia itu gubernur yang saya pilih, dan justru karena dia saya pilih maka saya mau meluruskan,” jelas Ratna di Jakarta Pusat, Senin (9/3/2018).

Ia mengatakan tidak akan terpengaruh dengan upaya adu domba yang diciptakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, karena ia masih percaya kepada Gubernur DKI Jakarta itu.

“Saya enggak mau dikonflik-konflikkan sama orang yang masih saya percaya,” kata dia.

Ratna menuturkan bahwa polemik penderekan mobil secara paksa oleh Dinas Perhubungan bukan hanya persoalan di Jakarta saja, melainkan masalah yang turut dialami seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, masyarakat di berbagai daerah masih banyak yang belum tahu soal aturan tersebut dan banyak yang belum mau angkat suara ketika haknya dilanggar oleh petugas.

“Mereka yang menjadi korban biasanya terima saja, damai atau apa. Saya punya kewajiban kepada masyarakat bahwa warga punya hak jika kita diperlakukan melawan undang-undang,” ujar Ratna.

Ratna menyarankan kepada petugas Dishub yang tersebar di Jakarta dan seluruh daerah lainnya harus patuh terhadap peraturan dan tak bisa sembarangan dalam menderek mobil.

“Nanti takutnya tahu-tahu ada running text bilang semua yang ada di jalan harus diderek. Bisa 700 ribu mobil sehari diderek, uangnya nanti dikemanakan itu, kan masalah lagi,” pungkas Ratna.

Dikabarkan, Ratna telah mengirimkan somasi untuk Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta terkait insiden mobilnya yang diderek Dishub DKI. Ratna mengatakan somasi itu telah dikirimkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Dishub DKI dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan pagi ini. Ratna mensomasi Dishub karena dirinya merasa tak melanggar Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi.

Di samping itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tetap berharap agar Ratna membatalkan somasinya dan menyelesaikan masalah dengan mediasi. Sandi berharap tindak penderekan mobil yang dialami Ratna menjadi momen sosialiasi Perda 5/2014 tentang transportasi yang mengatur larangan parkir di badan jalan.

“Kalau masuk ke ranah hukum, tentunya harus mengikuti prosedur hukum. Tetapi, kalau masih ada ruang untuk mediasi dan digunakan menjadi suatu hal yang positif, (khususnya) mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) ini akan lebih baik, gitu,” ucap Sandi. (yl)