Connect with us

Dunia

Menlu Kanada Kecam Keras Rezim Assad

Published

on

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland. (businessinsider.com)

Geosiar.com, Ottawa- Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengecam keras serangan gas beracun yang disinyalir senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, Suriah. Menurut Chrystia, Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan orang yang harus bertanggung jawab atas terjadinya serangan tersebut.

Kanada digemparkan oleh penggunaan senjata kimia terhadap orang-orang di Ghouta Timur, Suriah, pada 7 April 2018, yang menjatuhkan puluhan korban jiwa.

“Hati kami mengiringi mereka yang kehilangan keluarga dan orang-orang terkasih,” kata Freeland dalam sebuah pernyataan pada Ahad (8/4/2018), dikutip laman Anadolu.

Ia menuturkan, Assad harus bertanggung jawab atas terjadinya serangan tersebut. Karena menurutnya, penggunaan senjata kimia telah berulang kali digunakan oleh rezim Assad dan hal ini dikonfirmasi penyelidik internasional independen. Tragedi ini merupakan bagian dari strategi yang disengaja untuk meneror penduduk lokal dan memaksa mereka tunduk.

“Kanada mengecam rezim Assad dan pendukungnya, Rusia serta Iran, atas pelanggaran berat hak asasi manusia yang berulang-ulang dan berlanjut, penargetan secara sengaja terhadap warga sipil,” tegas Freeland.

Ia menjelaskan serangan dengan menggunakan senjata kimia merupakan bentuk kejahatan perang. Kanada, bersama dengan mitra internasionalnya, akan mengejar pertanggungjawaban atas kekejaman ini dengan semua cara yang tersedia. Penyerangan yang dilakukan dengan gas beracun di Douma, Ghouta Timur, terjadi pada Jumat pekan lalu. Hingga saat ini jumlah korban tewas akibat serangan tersebut dilaporkan telah mencapai sedikitnya 70 orang. Douma merupakan sebuah wilayah yang masih dikuasai kelompok pemberontak.

Pemerintah Suriah telah membantah tudingan bahwa mereka melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia ke Douma. Bantahan juga dinyatakan oleh sekutu Suriah, yakni Rusia.

“Kami jelas membantah tuduhan ini (serangan senjata kimia di Douma),” ujar Kepala Pusat Perdamaiandan Rekonsiliasi Rusia di Suriah Mayor Jenderal Yuri Yevtushenko pada Ahad (8/4/2018).

Ia mengatakan akan membuktikan bahwa informasi terkait serangan senjata kimia di Douma adalah keliru dan menyesatkan.

“Kami dengan ini mengumumkan bahwa kamisiap mengirim ahli Rusia dalam bidang radiasi, pertahanan kimia, dan biologiuntuk mengumpulkan informasi, segera setelah Douma dibebaskan dari milisi. Ini akan mengonfirmasi sifat palsu dari laporan ini,” kata Yevtushenko.

Dewan Keamanan PBB sempat membentuk Mekanisme Investigasi Bersama (MIB) untuk menyelidiki dugaan pengguaan senjata kimia oleh Suriah pada Agustus 2015. Mekanisme Investigasi Bersama, dalam laporannya akhir tahun lalu menyalahkan rezim pemerintah Suriah atas serangan senjata kimia yang terjadi di Khan Sheikhoun. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 100 warga Suriah, termasuk anak-anak, tewas akibat menghirup gas beracun.

Berita tentang penggunaan senjata kimia di Suriah memang terus bermunculan. Hal ini dipicu oleh sebuah serangan pada Agustus 2013 di Ghouta Timur, dekat Damaskus. Saat itu, serangan yang diyakini memanfaatkan senjata kimia menewaskan lebih dari 1.400 orang. (yl)

Dunia

Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Api di Selandia Baru

Published

on

Gunung api di White Island Selandia Baru meletus pada Senin (9/12/2019). (Foto: AFP)

Geosiar.com, Wellington – Gunung berapi di salah satu objek wisata di Selandia baru, White Island, mengalami erupsi, Senin (9/12/2019) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Akibatnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir dari AFP, gunung api yang berada 50 kilometer atau 30 mil dari lepas pantai timur North Island itu terpantau memuntahkan sejumlah besar abu dan kepulan uap panas ke udara hingga ketinggian 3.600 meter. Gunung ini merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Selandia Baru.

Kepolisian Selandia Baru mengatakan bahwa erupsi gunung api ini memakan korban jiwa. Kemudian, sejumlah orang dipastikan masih terjebak di pulau itu yang saat ini jumlahnya belum diketahui secara pasti.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa ada satu korban tewas. Ada sejumlah orang yang masih terjebak di pulau itu yang saat ini jumlahnya tidak diketahui,” kata Deputi Komisioner Kepolisian Selandia Baru, John Tims.

Dia mengaku, tim penyelamat masih belum bisa pergi ke pulau tersebut guna mengevakuasi orang yang terjebak di sana. “Pada saat ini, terlalu berbahaya bagi polisi dan petugas penyelamat untuk pergi ke pulau tersebut,” pungkasnya.

Selain korban tewas, petugas cepat tanggap pada layanan ambulans setempat, St John, menyebut ada sekitar 20 orang di White Island yang mengalami luka-luka dan perlu mendapatkan perawatan medis.

Continue Reading

Dunia

Kebakaran Pabrik Plastik Ilegal di India Tewaskan 43 Orang

Published

on

Situasi pasca kebakaran pabrik plastik ilegal di distrik Anaj Mandi, New Delhi, India yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) pagi waktu setempat. [Foto: Reuters]

Geosiar.com, India – Kebakaran pabrik plastik ilegal di distrik Anaj Mandi, New Delhi, India yang terjadi pada Minggu (8/12/2019) pagi waktu setempat, menewaskan 43 Orang serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dikutip dari Al Arabiya, Senin (9/12/2019), pihak kepolisian New Delhi, India mengatakan bahwa jumlah korban tewas dalam kebakaran itu meningkat menjadi 43 dari sebelumnya 35 orang. Para korban merupakan buruh dan pekerja pabrik.

“Mereka adalah buruh dan pekerja pabrik yang tidur di dalam gedung setinggi empat atau lima lantai. Api telah padam, tetapi operasi penyelamatan sedang berlangsung,” ujar salah satu polisi.

Sementara itu, wakil kepala petugas pemadam kebakaran di New Delhi, Sunil Choudhary dalam sebuah pernyataan menginformasikan bahwa pihaknya telah menyelamatkan setidaknya 50 orang dari kebakaran tersebut. Korban selamat sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Atas peristiwa ini, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan kebakaran itu merupakan peristiwa yang “mengerikan” dan berharap yang terluka segera pulih. Hal itu disampaikannya lewat akun Twitter pribadinya @narendramodi.

Continue Reading

Dunia

Tak Sanggup Bayar Biaya Berobat, Suami di India Bunuh Istri

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, India – Seorang suami bernama Tukaram Shergaonkar (46) di North Goa, India mengubur hidup-hidup istrinya lantaran sang istri sakit parah. Kini Tukaram sudah ditahan kepolisian.

Kepolisian Panaji di negara bagian Goa, pada Jumat (6/12/2019), mengatakan istri pelaku dikubur di sebuah Kawasan konstruksi di sebuah kanal irigasi.

Dilansir dari ndtv.com, pelaku ditahan pada Kamis (5/12/2019) atas tuduh mengubur istrinya, Tanvi, 44 tahun, dalam kondisi masih hidup di kawasan proyek irigasi Tillari yang berlokasi di desa Narvem.

Tindak penguburan itu dilakukan pada Rabu (4/12/2019). Shergaonkar yang melihat kehadiran para pekerja proyek, sempat melarang mereka bekerja. Tubuh Tanvi lalu ditemukan oleh para pekerja.

Polisi melaporkan, Shergaonkar membunuh istrinya lantaran dirinya tidak sanggup membayar biaya pengobatan istrinya. Pelaku sehari-hari bekerja sebagai pekerja serabutan. Tidak dijelaskan sakit apa yang diderita istri pelaku.

Kepolisian sudah mendatarkan secara hukum kasus ini di bawah undang-undang India pasal 302 tentangan pembunuhan dan pasal 201 terkait tindakan penghilangan barang bukti tindak pelanggaran hukum.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com