Connect with us

Sumut

Sosok Hinca Pandjaitan XIII Dihadapan Istri

Published

on

Hinca Pandjaitan bersama dengan istri. (dok.redaksi)

Geosiar.com, Medan – Sejak DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH M.H, ACCS dilantik menjadi anggota DPR RI pada 14 Feburuari lalu. Dua minggu berikutnya beliau langsung melakukan reses menjumpai konstituennya di daerah pemilihan (dapil) III Sumut.

Disaat anggota Komisi III DPR RI yang juga Sekjen DPP Partai Demokrat itu melakukan kunjungan perseorangan ke Dapil III Sumut, Senin – Sabtu ( 26/2 – 4/3/2018). Ternyata beliau didampingi sang istri dalam menjalankan tugas, Dia adalah Engelbertha Evrantine Parulian Silalahi, S.E, M.SE.

Keikutsertaan Istri dewan itu mendampingi suami dalam tugas luar selama satu minggu tentu mengundang pertanyaan ?

Kepada penulis pada bulan lalu, Engelbertha mengaku, bahwa Ia memang diajak suami ikut mendampingi. Selaku istri seorang legislator tentu agar lebih paham tentang bentuk pekerjaan suami.

Kesetiaannya mendampingi suami bukan lah karena cemburu, tetapi murni agar paham dan mampu memberikan dukungan terhadap peningkatan tugas suami melayani rakyat. Karena setelah suami bertugas sebagai anggota Dewan di DPR-RI, maka Engelbertha juga otomatis mengemban tugas sebagai istri dari anggota Dewan yang terdaftar pada PIA (Persatuan Istri Anggota) Dewan DPR-RI. Selain itu, tentu menambah pengalaman pribadi mendampingi suami bertemu dan menyerap aspirasi konstituennya.

Mengapa menambah pengalaman pribadi bagi Engel? Karena keseharian dari pekerjaan Engelbertha adalah sebagai dosen di bidang Ekonomi, sedangkan Hinca di bidang Hukum. Tugas lapangan suami menarik baginya untuk dipahami karena implikasinya termasuk menyambangi Polres, dan Lembaga Pemasyarakatan, yang belum pernah dilakukan dan dialami melalui pekerjaan yang dia geluti sehari-hari. Dan suami paham sekali akan hal tersebut.

Baginya sosok Hinca adalah Bapak anak-anak yang patut diteladani bahkan hal tersebut sudah dapat dilihat Engel pada diri Hinca sejak masa berpacaran. Setia, tanggungjawab dalam semua hal bahkan sangat mengerti terhadap perasaan anak dan istrinya. “Tidak pernah mengeluh dan marah bahkan sejak pacaran. Dan tidak pernah mau membawa amarah ke dalam rumah untuk masalah pekerjaan diluar rumah. Bahkan, jika ditanya tentang adanya isu yang kita dengar dan pahami sedang tidak baik terhadap perkembangan pekerjaannya diluar. Malah menyuruh kita untuk melihat dan mencermati permasalahan tersebut melalui TV atau media sosial lain saja secara langsung. Kalaupun harus berdebat tentang hal tersebut tentu tidak harus dihadapan anak-anak tapi cukup dalam kamar saja, ” aku Engel kepada Geosiar.com.

Menurut Engelbertha yang juga Dosen senior di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Atma Jaya di jalan Sudirman Jakarta itu. Pribadi Hinca adalah sifat pengayom, santun dan pekerja keras. Tidak pernah mau dan tega melihat istri dan anak anak menangis, apalagi untuk urusan kehidupan dalam keluarganya. “Soal keributan dalam keluarga pastilah ada tapi keributan yang tak berarti. Sifat Hinca yang selalu mengalah dan mengerti jika ada kesalah pahaman. Suami saya biasanya dalam menyelesaikan kesalahpahaman biasanya selalu diawali dengan pemahaman bahasa jiwa istri sehingga kami tidak sulit untuk saling memahami, ” tutur Engel.

Ibu 3 anak itu pun percaya, jika dibalik kesuksesan seorang pria (suami) pastilah ada seorang wanita (istri) yang lebih hebat. Tapi semua itu Engel mengaku bukan lah karena kehebatannya semata, melainkan karena Karunia Tuhan kepada keluarganya. Sebagian besar dari waktu dalam sehari, Hinca berada di luar rumah untuk bekerja. Diyakini oleh Engel bahwa selama suami bekerja berada di luar rumah maka sebagai istri tugasnya adalah mendoakan dan meyakini suaminya.

“Setiap suami bekerja di luar rumah kita tetap berdoa, kiranya Tuhan tetap menjaga aktifitas kita masing masing, ” ujar Engel. Dan yakin akan segala usaha yang dilakukan suaminya dari hasil pekerjaan yang dilakukan akan berbuah rejeki yang baik dan dapat dibawa ke dalam rumah sebagai berkah untuk keluarga, begitulah pula ajaran yang didapatnya dalam agama Katolik yang dianut mereka, ujar Engel melengkapi .

Dikatanya, selaku suami yang bergelut sebagai politisi sudah paham betul tentang kebutuhan kerja hingga 24 jam. Namun tetap diyakini bahwa suaminya harus pandai membagi waktu untuk urusan keluarga dan juga urusan pekerjaan. Begitu juga untuk masalah keuangan kiranya tetap saling percaya , saling menghargai, saling menghormati dan saling mendukung bahwa istri juga sebagai bendahara dalam keluarga.

“Awalnya kejujuran, sehingga tercipta kenyamanan. Karena sejak awal komitmen sudah kami bangun kata Engel, untuk tetap bekerjasama menangani urusan keluarga di dalam dan di luar rumah. Komitmen yang dibangun adalah, untuk urusan di dalam rumah maka keputusan yang harus didukung dan diutamakan adalah dari istri sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan untuk urusan di luar rumah maka keputusan yang harus didukung dan diutamakan adalah dari suami , sebagai kepala keluarga. Kalau ada kenyamanan di dalam rumah pastilah ada kesuksesan pada pekerjaan di luar rumah, ” terang Engelbertha.

Bagi Engel, untuk menciptakan hal tersebut di atas tentulah harus mampu menciptakan hidup sehat dalam arti lahir dan bathin, maka seraya menyebut bahwa pola makan di rumah untuk kesehatan adalah hal prioritas bagi Engel. Jika pola makan sehat tercipta maka sehatlah lahir dan bathin yang akan digunakan untuk bekerja dan berusaha untuk membangun keluarga yang sehat pula.

Saat ini, keluarga harmonis dan sama sama pencinta budaya ini telah dikarunia 3 anak laki laki. Pertama, Togap Laksamana Fritz Adi Pandjaitan XIV. Kedua, Qanszelir Gabriel Bataranotti Pandjaitan XIV dan ke tiga, Qhaiszhar Ivan Queensland Pandjaitan XIV.

Selalu sukses dalam tugas dan mendampingi suami, berkarya bagi keluarga , bangsa dan negara. (lambok manurung)

  • Hinca Pandjaitan XIII bersama istri, Engelbertha Evrantine Parulian Silalahi.

  • Engelbertha Evrantine Parulian Silalahi, S.E, M.SE

  • DR Hinca IP Pandjaitan XIII SH M.H, ACCS