Connect with us

Dunia

Karena Korupsi, Mantan Presiden Korea Selatan Dipenjara 24 Tahun

Published

on

Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dijatuhi hukuman penjara selama 24 tahun. (viva.co.id)

Geosiar.com, Seoul – Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi setelah pengadilan Korea Selatan menjatuhkan vonis 24 tahun penjara dan denda sebesar Rp232,1 miliar.

Park dihukum atas 16 dakwaan korupsi, termasuk penyuapan, penyelewengan kekuasaan dan pemaksaan. Keputusan penjara terhadap Park Geun-hye ditetapkan pada Jumat (6/4/2018) setelah mantan orang nomor satu Korea Selatan terbukti bersalah dalam sejumlah kasus korupsi.

Ia dipecat dari jabatannya sebagai presiden pada Maret tahun lalu dalam skandal penyelewengan pengaruh yang melibatkan teman lamanya, Choi Soon-sil. Para jaksa penuntut mengeluarkan 18 dakwaan atas Park dan mengajukan hukuman penjara 30 tahun baginya beserta denda sebesar 118,5 miliar won.

Pengadilan Distrik Pusat Seoul sebagaimana dilansir dari Xinhua, mengeluarkan vonis itu dalam persidangan, yang disiarkan secara langsung ke seluruh negeri. Park menyatakan keberatan atas peliputan itu, yang dikatakannya merupakan pelanggaran atas asas praduga tak bersalah. Namun, pengadilan mengatakan pihaknya mengizinkan penyiaran karena bobot kepentingan dan muatan sejarah persidangan itu sendiri serta keyakinan bahwa rakyat berhak tahu.

Park tidak muncul dalam persidangan sebagai protes atas siaran langsung. Presiden termakzul itu belum pernah muncul di pengadilan sejak Oktober lalu sebagai aksi penentangan terhadap perpanjangan penahanan selama enam bulan yang dikenakan terhadap dirinya. Tiga pekan setelah ia dimakzulkan pada Maret tahun lalu, Park dibawa ke pusat penahanan di luar Seoul.

Park diharuskan mengajukan permohonan dalam waktu satu pekan jika ia tidak setuju dengan putusan hakim. Park adalah pemimpin perempuan pertama negara itu. Ia juga menjadi presiden pertama Korea Selatan yang dimakzulkan ketika sedang menjalankan jabatannya.

Choi, yang menjadi pusat skandal korupsi tersebut, pada Februari dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun.Wakil Pemimpin Perusahaan Samsung Electronics Lee Jae-yong, yang merupakan pewaris serta satu-satunya putra Pemimpin Lee Kun-hee, dibebaskan oleh pengadilan banding pada Februari. Ia dikenai hukuman penjara 2,5 tahun dengan penangguhan selama empat tahun.

Pengadilan menyatakan Park bersalah melakukan persekongkolan dengan Choi untuk menyelewengkan kekuasaan kepresidenan Park dan melakukan pemaksaan terhadap sejumlah konglomerat setempat, termasuk Samsung dan raksasa jaringan pasar eceran Lotte, untuk menyumbangkan puluhan juta dolar kepada yayasan-yayasan nirlaba, yang dikatakan pengadilan dikendalikan oleh Choi. (yl)

 

 

 

 

Dunia

Pria Ini Meninggal Kena Stroke Diduga karena Main PUBG

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Pune – Game online kini kian marak-maraknya, baik dalam bentuk mobile maupun PC. Antusiasmenya dirasakan di seluruh penjuru dunia, seperti dialami Harshal Memane (25) di India yang hobi bermain PlayerUnknown’s Battlegrounds atau biasa disingkat PUBG.

Dikutip dari Indian Express, ia sampai dilarikan kerumah sakit lantaran saking bersemangatnya bermain PUBG. Ia mengalami pendarahan di otaknya. Nahas, ia meninggal di tengah-tengah perawatan.

Pria yang tinggal di Pune, Maharashtra dilaporkan meninggal akibat pendarahan intracerebral. Pendarahan intracerebral merupakan salah satu tipe stroke yang membahayakan nyawa, disebabkan adanya pendarahan di dalam jaringan otak.

“Kemungkinan stroke terjadi karena korban terlalu bersemangat saat bermain game online PUBG. Laporan hasil autopsi menyatakan adanya pendarahan intracerebral pada jaringan otak nekrosis sebagai penyebab kematian,” tutur salah satu petugas kepolisian Dehu Road.

Walaupun Memane mengalami stroke saat bermain game, belum dibuktikan apakah memang game PUBG yang menyebabkan kejadian tersebut.

Continue Reading

Dunia

Kembali Lagi Usai Dibuang, Boneka Elsa di Houston Diduga Berhantu

Published

on

Boneka Frozen kembali lagi ke rumah pemilik setelah dua kali dibuang

Geosiar.com, Houston – Sebuah boneka sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis. Ada pula beberapa film horor yang menjadikan boneka sebagai tema utama, seperti film Annabelle ataupun Chukky.

Sebuah keluarga dari Houston, Amerika Serikat (AS) ketakutan setelah salah satu hadiah natal anaknya kembali ke rumah setelah dibuang dua kali.

Ibu dari anak pemilik boneka itu, Emily Madonia, menulis di Facebook bahwa putrinya yang bernama Aurelia mempunyai boneka Elsa dari film kartun Frozen, yang disebutnya ‘berhantu’.

Unggahan Madonia itu sempat viral sebelum dihapus olehnya. Madonia menceritakan bahwa putrinya agak panik ketika boneka Frozen miliknya mulai bernyanyi dan berbicara dalam Bahasa Spanyol saat sedang tidak dinyalakan.

Dirinya dan suaminya Mat memutuskan untuk membuang boneka itu dengan izin dari putri mereka. Akan tetapi misterinya, tidak beberapa lama boneka itu kembali lagi ke rumah mereka, bukan hanya sekali tetapi sampai dua kali.

“Mat membuangnya beberapa minggu lalu dan kemudian kami menemukannya di atas bangku kayu. Kami merasa aneh dan membungkusnya dengan erat di dalam kantong sampah lalu memasukkannya ke dalam kantong sampah yang lain yang diisi dengan sampah lain. Kami kemudian meletakkannya di bawah tempat sampah dan mengumpulkannya dengan sampah lainnya, kami juga berdoa di tepi jalan sebelum mengumpulkannya pada hari pengambilan sampah,” tulis Madonia.

Keluarga itu lalu pergi liburan dan meninggalkan semua masalah yang mereka hadapi, akan tetapi ketika mereka kembali ke rumah, boneka Elsa itu nongol lagi.

Setelah percobaan membuang boneka itu tidak berhasil, Madonia akhirnya memutuskan satu-satunya cara untuk menyingkirkan barang itu yakni mengirimnya jauh. Lalu dirinya pun mengirim boneka itu kepada temannya yang bernama Chris, yang tinggal lebih dari 2.400 kilometer jauhnya. Sebelum mengirim boneka itu, Madonia menceritakan pada Chris kalau boneka itu diyakininya ‘berhantu’.

Dirinya mengatakan temannya Chris menempelkan boneka itu ke kap mobilnya agar boneka Elsa itu pergi ke tempat lain. Madonia berharap boneka itu tetap disana.

Unggahan Madonia itu sempat dibanjiri komentar. Ada yang menyarankan agar boneka itu untuk dibakar. Ada juga yang menilai apa yang dialami Madonia itu sangat menyeramkan.

Continue Reading

Dunia

Kemenlu Sesali WNI Jadi Korban Penculikan

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI melaporkan bahwa adanya delapan WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal atau ABK menjadi korban penculikan kelompok radikal Abu Sayyaf. Penculikan terjadi di perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah pada (16/1/2020) sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Kabar tersebut didapat saat kapal ikan dengan nomor registrasi SSK 00543/F terlihat masuk kembali ke perairan Tambisan, Lahad Datu, Sabah dari arah Filipina pada 17 Januari 2020 pukul 21.10 waktu setempat. Di dalam kapal didapati 3 awak kapal WNI yang dilepaskan penculik dan mengkonfirmasi 5 awak kapal WNI lainnya dibawa kelompok penculik.

“Pemerintah Indonesia sangat menyesalkan berulangnya kasus penculikan awak kapal WNI di kapal ikan Malaysia di wilayah perairan Sabah,” tulis Kementerian Luar Negeri dalam keterangan pada Selasa (21/1/2020).

Mengenai kasus ini, Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina berupaya mencari dan membebaskan kelima awak kapal WNI tersebut.

Demi mencegah terulangnya kasus penculikan, Pemerintah RI melalui Perwakilan RI di Kota Kinabalu dan Tawau mengimbau awak kapal WNI agar tidak melaut karena situasi keamanan di perairan Sabah yang belum terjamin.

Pemerintah Indonesia juga memerintahkan kepada calon pekerja migran Indonesia atau TKI untuk berangkat ke luar negeri sesuai prosedur dan untuk saat ini tidak berangkat bekerja sebagai awak kapal yang beroperasi di wilayah perairan Sabah.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com