Connect with us

Politik

PT PCM Dituding Obok-obok Dapur DPRD Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com. Persoalan tenaga cleaning service belum tuntas dan semakin keruh. Pasalnya, perusahaan pemenang tender jasa cleaning service PT Paruh Ckrawala Membentang (PCM) masih “ngotot” agar tenaga cleaning service yang sudah bekerja selama ini bakal dipecat jika tidak bersedia membayar Rp 2,5 alasan pelatihan.

Ini berdasarkan pengakuan langsung para tenaga kepada wartawan, Jumat (6/4) yang diminta untuk bersedia menandatangani berkas pengajuan untuk pelatihan.” Kami awalnya menolak biaya sebesar Rp 2,5 juta yang katanya untuk admstrasi dan seragam,tapi saat kami mengadu ke Komisi B malah dinyatakan biaya untuk pelatihan dan mendapatkan sertifikat,tapi justru sekarang lain lagi,” ucap sejumlah tenaga cleani service.

Menyikapi persoalan itu, Ketua Fraksi PDI P DPRD Medan Hasyim,SE menghimbau agar para tenaga kerja cleaning service untuk menolak surat tersebut. “Kita himbau para tenaga kerja jangan mau menerima dan menandatangani berkas itu. Karena ini sebuah trik untuk menghindari dari segala persoalan,” ujarnya

Ditambahkan, keluarnya surat itu setelah para pekerja mengadu hingga akan dijadwal pemanggilan kepada perusahaan pemenang tender PT PCM. “Jadwal pemanggilan sudah dibuat kepada perusahaan oleh pihak Komisi B DPRD Medan, tapi disini justru perusahaan pemenang tender menciptakan pola terbaru dengan mengeluarkan surat yang seolah-olah pekerja yang menginginkan pelatihan. Ini tidak boleh seharusnya dilakukan,”kata Hasyim.

Ia dengan tegas menyatakan bahwa PT PCM tidak menghargai lembaga legislatif atau sama halnya mengobok-obok dapur DPRF Medan. “Tegas kita nyatakan PT PCM tidak menghormati dan tidak menghargai pihak DPRD Kota Medan dalam hal ini Komisi B karena belum ada satu keputusan apa pun justru perusahaan sendiri membuat aturan yang menjadi beban para pekerja,” katanya.

Dalam hal ini pun, Hasyim tidak menyetujui adanya pelatihan atau training. “Untuk apa ada training atau pelatihan justru para pekerja di DPRD Medan itu sudah terlarih dengan sendiri dan memahami kerjanya.Karena semuanya bekerja sudah bertahun-tahun dari mulai status belum menikah sampai sudah punya cucu tetap setia kerja.Jadi,tidak perlu pelatihan itu dan untuk apa lagi dilatih karena sudah paham akan kerja masing-masing,” ucapnya.

Ditambahkan Hasyim, selama ini tidak ada persoalan timbul bila ada pemenang tender di Gedung DPRD Medan. “Baru inilah pemenang tender menimbulkan persoalan dengan alasan pelatihan yang menjadi beban pekerja. Kita justru bertanya dibalik pelatihan ini akankah ada fee yang diambil dari tiap pekerja untuk sejumlah oknum, jika ini terjadi maka harus diusut, termasuk siapa sebenarnya PT PCM. Dan apakah perusahaan ini benar-benar perusahaan dengan kualifikasi terbaik dalam bidang jasa tenaga kerja atau hanya sekedar titipan saja untuk mencari keuntungan,” tegas Hasyim. (lamru)