Connect with us

Kriminal

Kompol Fahrizal Tembak Mati Adik Ipar Karena Dendam

Published

on

Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal tembak mati adik iparnya. (Foto: Dok. Instagram AKBP Kholilur Rochman)

Geosiar.com, Medan – Jumingan (33) meninggal setelah ditembak sebanyak 6 kali oleh Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga Nomor 14, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, pada Rabu (4/4/2018) lalu.

Irjen Paulus Waterpauw mengatakan motifnya adalah karena dendam.

“Penyebabnya masih dalam pendalaman, tadi mengaku ke saya, dia melakukan itu karena marah, dendamlah,” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw, Kamis (5/4/2018).

Paulus mengungkapkan kejadian itu lebih dipicu permasalahan keluarga. Fahrizal merasa kesal terhadap adik iparnya karena menelantarkan adiknya, HW.

“Katanya karena (korban) menelantarkan adiknya, tidak memberikan nafkah, nggak kerja, nganggur,” imbuhnya.

Sebelum Jumingan ditembak, Henny (istrinya) mengaku melihat Fahrizal menodongkan senjata api kepada ibunya. Jika kesal kepada Jumingan, mengapa Fahrizal menodongkan senjata ke ibunya?

“Itu yang sedang kita dalami, karena keterangan dari adiknya, dia sedang membuat minuman. Waktu dia (Fahrizal) datang itu adiknya melihat sedang menodong ibunya, makanya jadi tanda tanya ketika nodong (ibunya), apa dia paksa ibunya untuk mengakui atau apa, belum tahu,” papar Paulus.

Fahrizal saat ini masih diperiksa di Mapolda Sumatera Utara. Paulus merasa ada keganjalan dari keterangan Fahrizal dan saksi-saksi.

“Intinya, ada masalah kalau menurut kami, ada yang disimpan,” tutup Paulus. (yl)