Connect with us

Politik

Gerindra Bantah Isu Prabowo Dilema Maju Sebagai Calon Presiden

Published

on

Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (riaurealita.com)

Gesoiar.com, Jakarta – Partai Gerindra mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto untuk menjadi calon Presiden 2019. Namun, sampai saat ini Prabowo belum menyatakan sikap terkait dukungan partainya.

Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah jika Prabowo Subianto ragu untuk maju capres 2019. Dia menjelaskan, Prabowo tak mau buru buru mengungkapkan karena tak ingin gegabah dan masih mencari dukungan koalisi.

“Enggak ada dilema, maju. Dilemanya dari mana? Itu kan orang luar yang ngomong, bahwa pak Prabowo itu kan kemudian tidak mau cepat-cepat mendeklarasikan diri itu kan karena dia juga sebagai orang timur, ini kan penjajakan. Kan Gerindra ini 73 kursi, enggak bisa kemudian membawa mencalonkan sendiri. Nah sebagai orang timur, dia enggak mau jumawa,” ujar Dasco saat ditemui di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Dasco menjelaskan, kerja sama dengan parpol lain untuk menyukseskan Prabowo di Pilpres 2019 sangatlah penting. Menurutnya, mantan Danjen Kopassus itu sudah matang memikirkan hal tersebut.

“Kenapa? Penjajakan koalisi dulu mateng, kemudian tinggal berapa persen, tergantung yang di atas, baru kemudian dia ngomong,” tuturnya.

Saat ini elektabilitas Prabowo masih merosot di bawah Jokowi. Namun Gerindra tak gentar. Gerindra tak mundur meski hasil lembaga survei menempatkan elektabilitas Prabowo di bawah Jokowi. Sebab, dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi. Rakyat juga sudah cerdas. Dasco optimis Prabowo dapat menjadi Presiden di 2019.

“Enggak, kita tetap akan majukan pak prabowo. Yang namanya lembaga survei kan selau begitu. Awal kan begini begini begini, ya kita lihat banyak pengalaman di Indonesia, orang Indonesia ini cukup arif bijaksana dan pintar. Kenapa? Ya Pak Prabowo belum turun dan juga masih jauh,” ucap Dasco.

“Banyak bukti, lembaga survei ngomong bahwa ini sekian persen sekian persen, ketika pemilihan siapa yang menang? Banyak kejadian. Saya gak mau sebut buktinya, tapi sudah ada beberapa. Dan itu akan terjadi sama Prabowo Subianto, Presiden Indonesia berikutnya,” tutupnya. (yl)