Connect with us

Kriminal

Korban Tewas Akibat Miras Oplosan di Jakarta Selatan Bertambah Jadi 8 Orang

Published

on

Ilustrasi pembuatan miras oplosan. (sains.kompas.com)

Geosiar.com, Jakarta – Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menyebutkan, sebanyak delapan orang warga meninggal dunia akibat mmengonsumsi minuman keras yang dibuat oleh RS. RS merupakan penjual minuman keras (miras) oplosan di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Delapan yang meninggal, itu inisial W warga Srengseng Sawah, AL warga Srengseng Sawah, FS tinggal di Beji Depok, YH Srengseng Sawah, Supriyatna meninggal di RSUD Pasar Minggu, M, S, dan F,” kata Indra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/4).

Selain itu, Indra mengatakan, pihaknya masih menyelidiki adanya keterkaitan antara korban yang meninggal dunia di Jakarta Selatan dan Depok, Jawa Barat. Seperti diketahui, enam warga di Depok juga tewas akibat miras oplosan tersebut.

“Kita akan kembangkan, ada informasi katanya habis minum di sini, pulangnya, meninggalnya di Depok tapi kita akan dalami terus, nanti memang kalau sudah positif ini memang meninggalnya disebabkan karena itu kita kembangkan, kita koordinasi dengan Polres-Polres yang di samping kita untuk mendalami itu,” kata dia.

Tersangka RS mengelabui petugas untuk menjual miras oplosan di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Warung milik RS menjual jamu-jamuan tradisional.

“Itu terbuka, samping bengkel kan, kios yang dia bungkus seolah-olah itu jualan jamu. Karena ada jamu-jamu lain di situ, ada jamu macem-macem ya jamu-jamu biasa aja. Tradisional,” kata Indra.

RS, kata Indra, merupakan lulusan SMA. Tersangka bereksperimen mencampurkan aneka bahan untuk dijadikan miras.

“Dia olah sendiri, diacari alkohol, dia cari Extra Joss, Coca Cola, ada lagi cairan apa itu. Jadi orang itu berdasarkan pesanan. Pesan mau rasa stroberi, dia berkedok seolah-olah selama ini kios itu menjual jamu. Kan ada macam-macam, enggak tahunya ada miras itu,” ujar dia.

Indra mencurigai alkohol yang digunakan untuk membersihkan luka. Namun, hingga kini barang bukti masih diperiksa laboratorium forensik.

“Pengakuan iya, cuma kita kan perlu buktikan alkohol itu alkohol yang mana nih. Jangan-jangan alkohol yang buat bersihin luka kan, itu ngeri juga itu. Kemudian teman-teman dari DVI saat ini sudah melimpahkan ada penelitian khusus masalah toxilogy, ada lagi yang dicek cairan campuran dalam minuman keras,” katanya.

Atas perbuatannya, RS terancam dikenakan pasal berlapis. “Pasal dijerat sudah jelas UU pangan, Pasal 204 KUHP terhadap pelaku. Masalah miras oplosannya kita tunggu hasil lab dulu,” pungkasnya. (yl)