Connect with us

Sumut

Usut Dugaan Korupsi Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Rajabatu, Kejati Sumut Tunggu BPKP

Published

on

Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

Medan-GeoSiar.com, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Sumanggar Siagian mengaku masih menunggu hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) terkait dugaan korupsi pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan juga Taman Rajabatu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada Sabtu (31/3/2018).

“Kita mau cari bukti kerugian negara. Namanya korupsi, kerugian negara harus ada,” tuturnya.

Sumanggar menuturkan bahwa pihaknya telah mengundang BPKP meskipun hasil dari audit investigasi belum disampaikan kepada pihaknya. BPKP, menurutnya akan segera mengaudit keuangan seluruh instansi pemerintah.

“Kerja mereka juga banyak sekali. Tidak hanya dari permintaan kita,” ujarnya.

Keputusan untuk mengundang pihak BPKP karena Sumanggar mengaku pihaknya tak ahli dalam menghitung secafra detail jumlah kerugian negara.

Sebelumnya, Kejati Sumut memberikan atensi khusus pada proses hukum kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Rajabatu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

“Kita terima pengaduan kasus ini awal tahun 2018 ini. Dan ini kasus yang besar. Jadi kita prioritaskan untuk menuntaskannya, makanya penyidik sudah naikan status menjadi penyelidikan dari fullbaket. Dan kita sudah gelar ekspos internal,” jelasnya.

Sumanggar menjelaskan Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut saat ini sudah mendapatkan bukti yang mengarah untuk menaikan status tersebut untuk diselidiki secara lebih lanjut.

Diketahui, Penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat tinggi di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Madina seperti Sekda Madina M Syafii, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda, Abu Hanifah dan mantan Kadis PU Kabupaten Madina, Syahruddin. Seluruh pejabat di Pemkab Madina masih sebatas sebagai saksi.

Sementara itu, pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Rajabatu menghabiskan dana sebesar Rp20 miliar itu yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015. Lokasinya juga berdekatan dengan lokasi Taman Rajabatu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina. (smptps/r1)