Connect with us

Nasional

Prabowo: Saya Kapok Dengan Elite Indonesia

Published

on

Prabowo hadiri kampanye Sudrajat-Syaikhu di Depok, (1/4/2018). (kumparan.com)

Geosiar.com, Depok – Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di acara kampanye calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Depok, Minggu (1/4/2018).

Ketua Umum Gerindra ini sempat mengungkapkan soal tudingan ingin melakukan kudeta. Berita itu muncul ketika Prabowo bertarung di Pilpres 2014.

“Saya dulu dituduh mau kudeta. Terus terang saja ini, boleh terus terang enggak? Nanti televisi tolong disensor. Terus terang saja dalam hati nyesal juga gua enggak kudeta dulu lihat negara kayak begini sekarang,” kata Prabowo sembari bercanda, Minggu (1/4/2018).

Prabowo juga mengatakan bahwa dirinya sudah 14 tahun keliling Indonesia. Kemudian ikut pemilu sudah tiga kali. Lalu, kalau ikut kembali tahun 2019 mendatang akan menjadi yang keempat.

“Tetapi tetap dibilang Prabowo tidak demokratis, Prabowo ini bakat diktator,” tukasnya.

Prabowo mengatakan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.

“Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia,” tukasnya.

Hanya saja, kata Prabowo, dia mengaku sudah tobat. Hal itu ditegaskannya merujuk kondisi banyaknya elite yang saat ini tidak memiliki komitmen untuk memperbaiki bangsa.

“Saya elite tetapi sudah tobat,” tambahnya lagi.

Prabowo juga bercerita ketika menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Saat itu Ahok berpasangan dengan Joko Widodo.

“Dulu saya tunjuk Ahok. Saya salah, saya minta maaf,” katanya di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra di Depok, Minggu (1/4/2018).

Dia mengaku tidak bermaksud macam-macam saat itu. Alasannya, memilih Ahok tak lain karena ingin menunjukkan perwujudan Pancasila.

“Hanya ingin menunjukkan Pancasila. Itu maksud saya,” katanya.