Connect with us

Nasional

Yohanes Cahaya Pr. Tekankan Tak Mudah Sakit Hati Dalam Memaknai Paskah

Published

on

Penyalaan lilin Paskah oleh seluruh umat di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai, Jl Datuk Laksamana, pada Sabtu (31/3/2018) pukul 19.00 WIB

Dumai-GeoSiar.com, Pastor Rekan, Yohanes Cahaya Pr. memimpin perayaan misa malam paskah di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai, Jl Datuk Laksamana, pada Sabtu (31/3/2018) pukul 19.00 WIB.

Sebelum perayaan misa malam Paskah dimulai, misa diawali dengan novena Kerahiman Ilahi.

Kemudian dilanjutkan dengan penyalaan lilin Paskah di pintu depan gereja dengan kondisi ruangan gereja yang gelap dan seluruh umat mulai menyalakan lilin ketika perarakan petugas liturgi dan pastor tiba di mimbar gereja.

Melalui misa, pastor Yohanes menekankan kepada umat untuk dapat bersukacita dalam menyambut paskah yang menandakan hari kemenangan Yesus atas maut.

Paskah yang biasanya dimulai dari Rabu Abu, Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, dan acara puncak yakni, Minggu Paskah menambha semarak seluruhnya.

“Yesus sudah menang atas maut, maka kita sebagai umat yang ditebus oleh darahNya yang kudus harus mampu mensyukuri kemurahanNya lewat sikap dan perbuatan hidup kita sehari-hari,” tuturnya.

Pastor Yohanes menekankan kepada seluruh umat untuk dapat mengontrol emosi dan sifat kedagingan yang gampang tersinggung dan marah. Jika sikap tersebut mampu ditahan, maka menurutnya, akan tercipta keadilan dan kesejahteraan yang sempurna.

“Jangan mudah sakit hati, dendam dan menyimpang rasa amarah karena keinginan yang tak terpenuhi saat ini. Tuhan sudah menyedikan semuanya indah pada waktunya, buktinya dalam bacaan tadi ditekankan bahwa Abraham sangat taat kepada Bapanya sehingga ia rela mengorbankan anaknya yang tunggal, Ishak untuk dipersembahkan pada Tuhan,” tuturnya.

Pastor Yohanes mengatakan bahwa Yesus juga menunjukkan teladan yang baik sebagai panutan umat Krsiten yang percaya kepada Allah Bapa yang mengutusNya ke dunia.

“Yesus rela memilih untuk menebus dosa manusia dengan cara disalib secara keji. Mulai dari memanggul salib hingga wafat di bukit Kalvari, Yesus menunjukkan ketaatanNya pada BapaNya yang mengutus kedatanganNya,” ujarnya.

Usai homili, acara dilanjutkan dengan pembaharuan janji baptis bagi seluruh umat katolik yang hadir dan sekaligus penerimaan resmi sebagai umat katolik serta acara pembabtisan bagi umat yang belum dibabtis.

Acara berlangsung dengan hikmat tanpa kekurangan suatu apapun.

Bahkan menurut salah seorang panitia Paskah, Rohman, acara Paskah dapat berjalan lancar dengan kawalan Polres Dumai Kota dan juga masyarakat yang bermukim di lingkungan I dan V.

“Elemen masyarakat yang mayoritas non Kristiani yang berada dalam lingkungann gereja kami sangat mengucapkan terimakasih karena acara bisa berjalan dengan kondusif dan dapat menghayati makna paskah yang sebenarnya,” pungkas Rohman.
(Cw1)