Connect with us

Nasional

SYB Bantah ‘Sodorkan’ AHY Jadi Cawapres Jokowi

Published

on

Jokowi saat diundang dalam Rapat Pimpinan Naional Partai Demokrat di Bogor, Sabtu (10/03/2018) silam.

Geosiar.com, Jakarta -Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa risih dengan kabar yang mengatakan dirinya sedang meminta-minta untuk bergabung atau berkoalisi dengan calon petahana Joko Widodo di pemilihan presiden 2019.

Tak hanya soal itu, SBY juga mendengar dari beberapa masyarakat dan purnawirawan bintang empat saat lawatannya ke Jawa Barat minggu lalu, jika dirinya disebut ‘mengemis’ agar putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden (cawapres) Jokowi di pilpres 2019.

“Itu tidak benar ya,” tegas SBY melalui akun Facebook-nya, Sabtu (31/3/2018).

Ketua Umum Partai Demokrat itu menekankan tidak pernah ada pembicaraan untuk menjadikan Agus sebagai cawapres, baik saat bertemu Jokowi langsung atau saat bertemu dengan jajaran menteri kabinet Jokowi.

“Beberapa menteri Pak Jokowi yang datang menemui saya, saya juga tidak pernah bilang ‘tolong sampaikan ke Pak Jokowi agar Agus dijadikan cawapres beliau’,” kata SBY.

Dia juga bercerita ketika masih menjabat sebagai presiden dan mempertimbangkan beberapa nama cawapres untuk mendampinginya, jika ada pihak-pihak yang memaksa atau meminta-minta untuk dijadikan cawapres, SBY mengaku tidak suka.

“Kalau ada yang maksa-maksa kepada saya, minta dijadikan cawapres saya dulu tidak senang. Sama sekarang juga kalau ada yang minta-minta ke Pak Jokowi tentu dia tidak suka. Apalagi kalau setengah memaksa, saya ngerti politik, saya ngerti etika politik, apalagi Agus anak saya sendiri, terus disodor-sodorkan untuk dipilih jadi cawapres Pak Jokowi,” tegas SBY.

SBY juga menegaskan jika berita seputar dirinya yang memaksa Jokowi untuk mau menerima Agus sebagai cawapres bukan dari pihak istana ataupun orang-orang dekat Jokowi.

“Kalau justru muncul beritanya dari lingkaran istana dan orang dekat Pak Jokowi tentut ini melukai perasaan saya dan menggangu hubungan baik saya dengan Pak Jokowi yang selama ini terjalin dengan baik,” kata SBY.

Atas dasar itu, SBY menegaskan Demokrat punya rencana terkait waktu yang tepat untuk mengumumkan dukungan pada capres dan cawapres di pilpres 2019. Menurut dia, jadwal pendaftaran pasangan capres cawapres masih ada lima bulan lagi.

SBY mengisyaratkan akan mengumumkan sikap partai Demokrat di waktu-waktu terakhir jelang batas akhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kata SBY hal itu merujuk pada pengalaman pilpres 2004, 2009, dan 2014 saat semua partai politik juga mengumumkan dukungannya pada waktu terakhir.

“Rakyat Indonesia sabar dulu, kita punya timeline dan akan umumkan pada waktu yang tepat,” ucap SBY. (yl)