Connect with us

Daerah

1000 Umat Paroki St Fransiskus Xaverius Dumai Hadiri Kamis Putih

Published

on

Pastor Rekan Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai, Yohanes Cahaya Pr. memberikan dupa pada altar di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai, Jl Datuk Laksamana, Kamis (29/3/2018)

Dumai-GeoSiar.com, Pastor Rekan, Yohanes Cahaya Pr. menekankan pelayanan yang wajib diutamakan oleh seluruh umat yang hadir pada misa Kamis Putih di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai, Jl Datuk Laksamana, pada Kamis (29/3/2018) pukul 19.00 WIB.

Umat yang hadir sebanyak kurang lebih 1000 umat diminta untuk mengedepankan nilai pelayanan yang telah diberikan oleh Yesus selama hidupnya.

Bahkan Yesus, ditegaskan Pastor Yohanes, rela memanggul salib hingga ke Bukit Golgota tanpa mengeluh dan menyimpan dendam terhadap para algojo yang menyiksanya.

“Yesus telah mengedepankan nilai-nilai ketaatanNya kepada Bapa dan kecintaannya pada umat manusia, sehingga rela menanggung seluruh dosa manusia dengan wafatNya disalib,” ujar Pastor Yohanes.

Sebelum wafat, Yesus menunjukkan sikap kerendahan hatinya yang mau menekankan nilai pelayanan dan sikap saling melayani sesama manusia.

“Tak hanya memaafkan para algojo yang menyiksaNya, Yesus juga melayani seluruh murid tanpa pengecualian, termasuk kepada murid yang menghianatiNya, Yudas,” ucapnya lagi.

Pastor Yohanes mengajak umat untuk mengenang kembali pelayanan yang ditekankan Yesus yakni dengan rela membasuh kaki para muridnya, yakni bagian tubuh yang paling kotor yang pada umunya hanya dilakukan oleh para hamba.

“Meskipun Yesus adalah seorang guru bahkan maha guru, namun Yesus bersedia untuk membasuh kaki para muridnya,” tuturnya kemudian.

Namun meskipun para murid sudah dibasuh kakinya oleh Yesus, menurut Pastor Yohanes, mereka masih menunjukkan sikap kemanusiaannya yang tak pernah puas. Mereka bahkan meminta Yesus untuk sekaligus membasuh kepala, tangan dan juga kaki mereka.

“Yesus menekankan bahwa orang yang sudah mandi pasti sudah bersih maka tak perlu membasuh kembali bagian tubuh yang lainnya. Begitu halnya dengan para murid yang sudah bersih dari noda dosa, namun tak semua diantara mereka bersih, olehkarena itu, mereka wajib disucikan lewat pembasuhan kaki. Lewat pembasuhan ini Yesus juga ingin menekankan makna pelayanan yang sesungguhnya wajib diterapkan oleh umat manusia yakni melayani sesama tanpa pembedaan satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Setelah acara pembasuhan kaki kedua belas murid yang diwakili oleh umat dari beberapa lingkungan yang ada di paroki Dumai usai, acara dilanjutkan dengan perarakan konsekrasi. Hosti di arak dari altar dengan memutari seluruh ruangan gereja menuju ke sakristi dengan seluruh umat menundukkan kepala dan memberi hormat sambil berlutut ke arah hosti yang dirarak.

Usai perarakan, umat mengikuti acara tuguran yang berdurasi kurang lebih satu jam untuk berdoa bersama di depan hosti yang sudah di tempatkan di sakristi. Kegiatan ini sebagai bentuk keikut sertaan umat katolik untuk berjaga-jaga bersama Yesus yang berdoa di Taman Getsemani sebelum ditangkap dan diserahkan ke Pontius Pilatus untuk di hakimi dan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalibkan. (Cw1)

  • Pastor Rekan Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai, Yohanes Cahaya Pr. memberikan dupa pada altar di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai, Jl Datuk Laksamana, Kamis (29/3/2018)

  • Perarakan rombongan mesdinar Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai beserta petugas misa menuju altar

  • Perarakan rombongan petugas misa di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Dumai beserta Pastor rekan, Yohanes Cahaya Pr. menuju altar

  • Hosti diarak dari altar dengan memutari seluruh ruangan gereja menuju ke sakristi dan seluruh umat menundukkan kepala tanda memberi hormat sambil berlutut ke arah hosti