Connect with us

Sumut

PLN: Kami Meminta Maaf Atas Ketidaknyamanan yang Terjadi

Published

on

Pihak PLN dengan cepat memulihkan pasokan listrik ke kota Medan dan Aceh. (ilustrasi)

Geosiar.com, Medan – Pasca putusnya saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150 kV jalur Titik Kuning GIS Listrik yang pada Minggu malam (25/3/2018) yang lalu, pihak PLN dengan cepat memulihkan pasokan listrik ke kota Medan dan Aceh. Putusnya kabel SKTT diketahui karena dipotong secara paksa oleh 2 orang yang hendak mencuri kabel listrik.

General Manager PLN Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Priharto menyatakan PLN telah melakukan pemulihan listrik.

Feby menjelaskan, akibatnya gardu induk PLN yang berada di Jalan Listrik Medan padam sehingga secara paksa mengalirkan arus listrik ke 4 gardu induk lainnya secara tiba-tiba hingga terjadi overload (kelebihan beban).

Meski begitu, masyarakat masih menyatakan ketidaknyaman yang dirasa. Dalam akun instagram resmi PLN Sumut, banyak netizen memberikan keluhan dan kritik terkait sistem kerja PLN selama ini.

Dear PLN yang terhormat. Di Perumnas Simalingkar 1 hari 3 kali mati lampu ituu wajar gak sih. Kalian pikir daerah rumah kami lagi sakit. Kek minum obat ya. Yang betol ajala. Kalau mau bergilir yang adil la, masak 1 hari cuman hidup 4 jam. Kalau telat bayar sibukk!!!” tulis @nindibrilias,

Pak/ibu hidupkan lampu di mencirim saya mau lihat timnas di RCTI, masa mati lampu gak tepat waktunya,” ucap @darma_syah1.

Menanggapi komentar-komentar masyarakat itu, PLN Sumut langsung memberikan tanggapan secara terbuka di akun instagramnya.

Kami meminta maaf kepada seluruh Electrizen atas ketidaknyamanan yang dialami. Kami segera memulihkan keadaan jaringan sistem kelistrikan kami yang sempat dirusak oleh 2 orang yang berusaha mencuri kabel bawah tanah kami kemarin Minggu (25/3). Jika Electrizen menemukan pelaku pencurian arus listrik ataupun asset vital PLN, harap segera melaporkan kepada pihak yang berwajib ataupun Contact Centre 123 lewat telepon rumah anda atau (061) melalui telepon genggam anda. Electrizen juga dapat memberikan keluhan dan pengaduan melalui PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore dan iOS. Salam Electrizen,” tulis akun resmi @plnsumut.

Dampak dari kejadian pencurian tersebut adalah terjadinya gangguan pada sistem kelistrikan Sumbagut, seperti PLTD di Belawan, gardu nduk Pangkalan Brandan, serta gardu induk di Jl. Listrik, yang menyebabkan sebagian kota Medan dan sekitarnya serta kota Aceh menjadi blackout (padam total). (yl)