Connect with us

Kriminal

Enen Cahyati Dibunuh Suaminya Asal Amerika di Kamboja

Published

on

Biodata Enen Cahyati (line.com)

Geosiar.com, Jakarta – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Enen Cahyati, tewas di tangan suaminya, Bilal Abdul Fateen. Pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) tersebut membunuh Enen di sebuah hotel di Phnom Penh, Kamboja.

Anak Enen, Insya (25), menyebut Bilal merupakan suami kedua ibunya. Insya juga mengatakan Bilal sebelumnya memiliki seorang istri bernama Vera di Jakarta sebelum menikahi Enen.

Ia juga mengatakan, sebelum mendapatkan kabar meninggalnya Enen, ia sempat bermimpi aneh tentang ibunya.

“Beberapa hari yang lalu sebelum mama saya meninggal, saya dimimpiin sama mama saya,” ucap Insya, Jakarta Selatan, Rabu (28/3/18).

Dalam mimpinya tersebut, Insya melihat Enen tengah tidur tergeletak di lantai. Sejak saat itu, ia merasa mendapat firasat terkait meninggalnya Enen.

“Mama saya tidur tergeletak di bawah, di lantai. ‘Mama sakit di sini’, saya sudah enggak enak perasaannya. Mungkin itu, dia sudah meninggal atau bagaimana,” jelasnya.

Penyidik mengatakan, ibu tiga anak itu tewas akibat dicekik. Hingga saat ini, polisi masih memburu Bilal yang kabur dari lokasi kejadian.

Enen dan Bilal menikah secara siri di penjara Salemba pada 2015. Saat itu, Bilal dipenjara atas kekerasan dalam rumah tangga terhadap istri pertamanya. Selama menikah, Enen kerap mengalami kekerasan.

Enen pertama kali mengenal Bilal di situs muslima.com pada tahun 2014. Mereka lantas bertemu di Hotel Ibis di Sarina. Dalam pertemuan tersebut, Enen diajak menikah oleh Bilal.

Insya mengaku terkejut mendengar berita kematian ibunya dari pihak Kementerian Luar Negeri yang datang ke rumah mereka di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Namun laporan Kemlu tidak menyebut ibunya tewas dibunuh. Mereka baru tahu kejadian yang menimpa Enen dari pemberitaan media Kamboja.

Ditambah lagi keluarga sering mengetahui bahwa Enen kerap diperlakukan dengan tidak wajar.

“Kami kaget, dan pasti sudah mungkin terjadi. Soalnya di depan keluarga saja dia berani mukulin mama saya. Ada yang pernah melihat di Blok M, mamah saya lagi diseret-seret,” ucap Insya.

Penemuan mayat Enen berawal dari kecurigaan staf hotel yang mencium bau busuk dari kamar itu. Kemudian mereka mendobrak pintu kamar dan menemukan Enen yang telah tewas. Mereka pun segera menghubungi polisi. (yl)