Connect with us

Dunia

Donald Trump Umumkan Calon Menteri Urusan Veteran yang Baru

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (foxnews.com)

Geosiar.com, Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengangkat Ronny Jackson dokter pribadinya di Gedung Putih, sebagai Menteri Urusan Veteran pada Rabu (28/3/2018) setelah sebelumnya memecat David Shulkin.

Trump dalam cuitan di Twitter mengatakan bahwa ia senang mencalonkan Laksamana Ronny L. Jackson, MD, sebagai Menteri Urusan Veteran yang baru.

“Saya senang mengumumkan bahwa saya berniat mencalonkan Laksamana Ronny L Jackson MD sebagai Menteri Urusan Veteran yang baru,” tulis Trump di akun Twitter-nya. “Saya berterima kasih atas pelayanan David Shulkin ke negara kita dan kepada para veteran yang hebat,” lanjut Trump.

Dilansir dari AFP, pejabat dari Kementerian Pertahanan, Robert Wilkie, akan menjabat kepala sementara di Kementerian Urusan Veteran hingga Jackson memperoleh persetujuan dari Kongres. Pemecatan Shulkin memang telah diprediksi sebelumnya. Dia dituduh menghabiskan dana senilai 122.000 dollar AS atau Rp 1,6 miliar untuk perjalanan selama sembilan hari ke Eropa bersama istrinya, termasuk tamasya di istana dan menerima tiket pertandingan tenis Wimbledon

Shulkin membantah tuduhan tersebut, tetapi sepakat mematuhi rekomendasi dari pengawas internal kementerian, termasuk mengganti uang kepada pemerintah untuk biaya perjalanannya. Dia merupakan salah satu dari beberapa pejabat senior di kabinet Trump yang juga menjabat pada masa kepresidenan Barack Obama. The Telegraph melaporkan, Kementerian Urusan Veteran di AS merupakan kementerian kedua terbesar pemerintah yang bertanggung jawab menangani 9 juta veteran militer di lebih dari 1.700 fasilitas kesehatan yang dikelola pemerintah. Shulkin meninggalkan Kementerian Urusan Veteran dalam kondisi yang berantakan, di mana beberapa proyek masih belum rampung, termasuk perbaikan pencatatan medis elektronik bernilai miliar dollar AS.

Pencatatan medis elektronik bagi para veteran bertujuan mempercepat waktu tunggu pencarian perawatan medis dan kesehatan mental mengingat banyaknya veteran yang berisiko tinggi bunuh diri. Dalam sebulan terakhir, Trump juga telah memecat Menteri Luar Negeri dan penasihat keamanan nasional. (yl)