Connect with us

Sumut

Kartu ATM BRI Mendadak Terblokir, Berikut Penjelasan Pihak Bank BRI

Published

on

Kartu ATM nasabah Bank BRI mendadak terblokir. (Ilustrasi)

Geosiar.com, Medan – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk baru-baru ini memblokir kartu anjungan tunai mandiri (ATM) para nasabah. Langkah tersebut dilakukan guna melindungi dana nasabah yang terindikasi skimming/pencurian data dan dana nasabah.

Sebelumnya diinformasikan, sebanyak 33 nasabah BRI di Kediri kehilangan sebagian uang di rekening mereka. Total dana yang hilang diperkirakan sebesar Rp 145 juta.

Salah satu teller Bank BRI saat ditemui Geosiar.com di kantor Bank BRI KCP Iskandar Muda Medan memaparkan bahwa pemblokiran kartu ATM ini dilakukan sebagai antisipasi preventif agar kejadian serupa tidak meluas, khususnya di wilayah Medan. Sekitar 200 lebih nasabah sedang mengantri di Bank BRI KCP Iskandar Muda untuk pengurusan rekening baru terkait adanya pemblokiran ATM.

“Ini adalah bentuk upaya preventif Bank BRI untuk mengamankan dana nasabah dan proses penggantian kartu bagi nasabah yang diduga terindikasi skimming,” ungkapnya (28/3/18).

Sebelumnya diberitakan, Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi BRI Indra Utoyo menjelaskan, di tahun tahun ini proses migrasi kartu ke cip bisa mencapai 30 persen dari sekitar 52 juta nasabah BRI. “Kita harus percepat itu, BRI sudah putuskan akan segera untuk migrasi ke cip,” kata Indra saat acara media gathering di Intercontinental Hotel, Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/3/2018).

“Kita akan gantikan, target kita 30 persen di tahun ini,” jelas Indra. (Yoseni Turnip)