Connect with us

Sumut

Untuk Kelancaran Ekspor, GPEI Sumut Kembali Gelar Rapat Konsultasi

Published

on

Ketua GPEI Sumut Drs. Hendrik Halomoan Sitompul pimpin Rapat Konsultasi Kepelabuhanan di Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan didampingi Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Jece Julita Piris, Selasa (27/3/2018)

Medan, Geosiar.com –  Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) kembali menggelar rapat Konsultasi Kepelabuhanan  yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah GPEI Sumut, Hendrik Halomoan Sitompul di Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, pada Selasa (27/3/2018). Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai kelancaran arus barang eksport di pelabuhan Belawan.

Salah satu anggota GPEI menuturkan tentang pentingnya penerapan VGM (Verified Gross Mass) di pelabuhan. VGM merupakan berat kontainer ekspor yang sudah terverifikasi beratnya sebelum di muat ke atas Kapal. VGM ini adalah salah satu kebijakan yang dihasilkan dari konvensi SOLAS ( Safety of Life At Sea) yang diselenggarakan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO : International Maritime Organization ). Tujuan VGM adalah semata demi keselamatan kapal dan para pekerja diatas kapal saat sedang berlayar.

“Pernah terjadi kecelakaan kapal di salah satu pelabuhan Indonesia yang  disebabkan berat barang yang berlebihan, artinya tidak sesuai dengan kapasitas kapal tersebut. Jadi, VGM diharapkan dapat menekan jumlah terjadinya kecelakaan kapal,” ungkap Susilo, Sekretaris Jendral GPEI Sumut.

Dalam rapat ini perwakilan GM BICT (Belawan International Container Terminal)  juga menyampaikan akan melakukan progres dalam mencari solusi masalah IT secara terus menerus demi mencapai efesiensi dan efektivitas. Tidak hanya untuk ruang lingkup internal, namun untuk kepentingan bersama.

Balai Karantina pun mengusulkan pendapatnya agar para eksportir harus jelas dalam menyampaikan keinginannya agar tidak terjadi misscommunication.

Usai rapat konsultasi GPEI Sumut, salah seorang peserta saat ditemui Geosiar.com, mengaku rapat yang digelar GPEI Sumut ini sangat bagus dan berharap agar dapat terus berlanjut satu kali sebulan. “Saya berharap agar rapat ini dapat terus berlanjut, sehingga kita bisa saling mengetahui permasalahan apa saja yang ada pada tiap-tiap instansi dan juga secara bersama mencari solusinya,” ungkap Sutikno.

Seluruh keluhan telah didiskusikan kepada para peserta terkait yang menghadiri rapat dan akan segera dibawakan ke dalam instansi masing-masing sebagai masukan untuk memperbaiki sistem yang ada.

“Terima kasih untuk partisipasti saudara-saudara sekalian. Semoga kerjasama antarpelaku usaha dan seluruh instansi dapat kita tingkatkan demi kebaikan kita bersama. Sampai jumpa pada rapat berikutnya.” ucap Hendrik menutup acara.

Rapat Konsultasi GPEI Sumut dihadiri oleh Pimpinan Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Bea Cukai Belawan, Balai Karantina, Karantina Perikanan Belawan, GM BICT Belawan, serta sejumlah asosiasi, di antaranya adalah AEKI SUMUT, PT BUKARA, PT MIDAS MULTI, PTPN III, INDUSTRI KARET DELI, BBKP BELAWAN, PT CMS CHEMICAL INDONESIA, PT POLY KENCANA RAYA, PT MUSIMAS, PT BEST, dan PT MUTIARA LAUT ABADI.(Yoseni Turnip)

  • Salah satu peserta rapat konsultasi, Sutikno, saat menyampaikan keluhan terkait kutipan di pelabuhan Belawan.

  • Suasana rapat GPEI.

  • GM BICT Belawan Aris Z, saat menyampaikan paparannya terkait kelancaran arus barang ekspor di BICT Belawan.

  • Peserta Rapat Konsultasi GPEI Sumut.